Rabu, 24 Juni 2015

Berita Bola Dinilai PSSI Langgar Kode Etik, Djohar Arifin: Ingin Bantu Kenapa Malah Dimusuhi?

Berita Bola Dinilai PSSI Langgar Kode Etik, Djohar Arifin: Ingin Bantu Kenapa Malah Dimusuhi?

sumber berita Dinilai PSSI Langgar Kode Etik, Djohar Arifin: Ingin Bantu Kenapa Malah Dimusuhi? : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/4785bfc7/sc/21/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A60C240C15430A60C29511390C760Cdinilai0Epssi0Elanggar0Ekode0Eetik0Edjohar0Earifin0Eingin0Ebantu0Ekenapa0Emalah0Edimusuhi/story01.htm
Jakarta - Djohar Arifin, ketua umum PSSI periode 2011-2015, tak habis pikir dinilai sudah melanggar Kode Etik PSSI akibat tindakannya menemui Menpora Imam Nahrawi. Cuma ingin membantu menjernihkan permasalahan di sepakbola, ia pun tak gentar dengan ancaman sanksi dari PSSI.

Djohar memenuhi undangan Menpora Imam yang menggelar pertemuan membahas kondisi sepakbola Indonesia pada hari Selasa (23/6) kemarin. Pemanggilan itu tidak lepas dari SK Pembekuan menteri terhadap PSSI per 17 April, ketika Djohar masih menjadi ketum PSSI--walaupun saat ini kursi tersebut sudah diisi oleh La Nyalla Mattalitti.

Tindakan Djohar tersebut lantas dinilai PSSI sudah melanggar kode etik. Dalam waktu dekat Djohar, yang saat ini duduk di Dewan Kehormatan PSSI, rencananya akan dipanggil menghadap Komite Etik.

Djohar sendiri menganggap tidak ada yang salah dengan tindakannya untuk memenuhi undangan bertemu Menpora. Dia justru mengaku heran dengan sikap PSSI dalam menanggapi hal tersebut.

"Saya diundang sebagai Ketua Umum PSSI 2011-2015. Saya tanpa diundang pun ingin bertemu Menpora, apalagi diundang. Saya hanya memikirkan bagaimana nasib pemain pelatih dan ribuan orang yang hidupnya dari bola sedang terancam," tutur Djohar, Rabu (24/6/2015).

"Saya melihat hubungan PSSI dengan pemerintah macet tidak ada peluang sedikitpun. Dan saya sudah mendapatkan peluang untuk membahas kemacetan mestinya saya ini dimanfaatkan bukan dimusuhi. Mestinya setiap orang yg bisa membantu didukung agar situasi bisa lebih cepat normal. Heran ya, siapa yang berhubungan dengan pemerintah akan dimusuhi dan dihukum," ucapnya.

Pria 64 tahun itu pun tidak takut dengan ancaman hukuman yang akan diterimanya dari PSSI. "Insya Allah saya jalan terus untuk mencari penyelesaian agar para pemain, pelatih, dan lainnya bisa hidup normal kembali. Alhamdulillah banyak dukungan kepada saya dari klub, Asprov dan juga pelatih dan pemain. Jika tidak ada yang memulai membicarakan ini tentu kerusakan sepakbola kita akan semakin parah."


Nuhun for visit Dinilai PSSI Langgar Kode Etik, Djohar Arifin: Ingin Bantu Kenapa Malah Dimusuhi?