Kamis, 09 Juli 2015

Berita Bola Cat Merah Nani dan Anderson yang Telah Pudar

Berita Bola Cat Merah Nani dan Anderson yang Telah Pudar

sumber berita Cat Merah Nani dan Anderson yang Telah Pudar : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47f626a8/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A90C110A440A0C29643790C15910Ccat0Emerah0Enani0Edan0Eanderson0Eyang0Etelah0Epudar/story01.htm
Tiga orang pemuda berpesta gila-gilaan pada sebuah malam yang liar tahun 2007 di Chesire, luar tapal batas Greater Manchester. Malam itu sang tuan rumah, yang kebetulan paling tua di antara bertiga, menjamu 2 orang koleganya yang masih hijau dengan berbagai hidangan dan minuman yang memabukkan sambil berendam air panas. Kedua tamu malam itu masih belia, 20 tahun dan 19 tahun, dan mereka masih tahap menyesuaikan diri untuk tinggal di Inggris. Bukan merupakan sebuah misteri mengapa mereka bertiga bisa langsung akrab. Ketiganya memiliki bahasa Portugis sebagai bahasa ibu mereka.

Tujuan pesta mereka malam hari itu adalah merayakan kemenangan perdana klub mereka musim itu atas Tottenham Hotspur. Entah mengapa kemenangan perdana perlu dirayakan. Mungkin mereka hanya mencari justifikasi untuk hura-hura. Seperti lazimnya anak muda yang masih belia dan punya uang lebih dari cukup, sekadar pesta biasa tak cukup untuk memuaskan hasrat yang meletup-letup. Mereka tak puas untuk berpesta bertiga saja. Mereka perlu lebih banyak orang lagi untuk berpesta bersama dalam kolam air panas di halaman belakang rumah.

Maka didatangkanlah 5 orang perempuan muda dari Leeds untuk bergabung dalam perayaan yang akan membuat Baccus, dewa makanan dan pesta dalam mitologi Yunani, terkekeh-kekeh dari Olympus. Detil mengenai apa yang ketiga pemuda dan 5 orang gadis tersebut lakukan tak perlu digambarkan di sini. Anda tahu kira-kira apa yang mereka lakukan.

Kisah ini tak akan pernah diketahui publik seandainya para perempuan tersebut tak menjual pengalaman mereka sebagai berita kepada media. Sang tuan rumah pun dituduh memberi contoh yang buruk kepada 2 koleganya yang masih butuh bimbingan. Berita ini menjadi santapan empuk bagi media-media sensasionalis di Inggris, tapi tak ada hukuman yang dijatuhkan kepada ketiga pemuda tersebut dari klub tempat mereka bekerja. Alasannya karena pesta tersebut dilakukan di ruang privat dan bukan pada hari menjelang pertandingan.

Kejadian ini penting untuk diingat kembali mengingat bagaimana trajektori karir ketiga pemuda tersebut di masa depan tak berada di kurva yang sama. Sang tuan rumah kelak memenangkan Ballon d'Or tiga kali dan dianggap sebagai salah satu atlet terhebat sepanjang masa di bidangnya. Dua orang yang lain adalah Luis Nani dan Anderson.

Selain mengangkat trofi Premier League dan trofi Champions League yang sama, mungkin hanya kolam air panas di Chesire tersebut satu-satunya tempat di mana Nani dan Anderson bisa berdiri sama tinggi dengan Cristiano Ronaldo. No pun intended.



***

An unfulfilled vocation drains the color from a man’s entire existence
- Honore de Balzac (1799-1850)

Resminya transfer Nani ke Fenerbahce dengan harga standar pasar loak (4,3 juta Pounds adalah harga ekonomis bagi klub Turki tersebut) menggenapi hengkangnya semua pemain yang didatangkan Manchester United pada musim panas 2007. Nani datang dari Sporting Lisbon tahun itu dan tak lama kemudian disusul Anderson yang hijrah dari Porto. Keduanya didapuk sebagai talenta masa depan United. Satu lagi pemain yang datang pada jendela transfer saat itu adalah Owen Hargreaves dari Bayern Munich.
Nuhun for visit Cat Merah Nani dan Anderson yang Telah Pudar