Kamis, 02 Juli 2015

Berita Bola Mengenal Ezra Walian, Pemain Muda Ajax Berdarah Manado

Berita Bola Mengenal Ezra Walian, Pemain Muda Ajax Berdarah Manado

sumber berita Mengenal Ezra Walian, Pemain Muda Ajax Berdarah Manado : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47cac497/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A30C0A2590A80C2959160A0C1490A0Cmengenal0Eezra0Ewalian0Epemain0Emuda0Eajax0Eberdarah0Emanado/story01.htm
Setahun lalu ada berita dari negeri Belanda, seorang remaja keturunan Indonesia bernama Ezra Walian dikontrak Ajax Amsterdam. Saat ini remaja berdarah Manado itu sedang berada di negara kelahiran bapaknya.

Detiksport berkesempatan bertemu Ezra dan sang ayah, Glenn Walian, di sebuah hotel berbintang di Jakarta tadi malam (2/7). Yang memperkenalkan kami adalah Wide Putra Ananda, president director dari Top Sportainment.

"Hi, nice to meet you," sapa Ezra sambil tersenyum menyalami saya. Ia berpakaian casual: kaus oblong dan celana jeans. Rambut ikalnya tersisir rapi, sepertinya diberi minyak. Dia bilang, baru dipangkas sedikit.

Lalu saya katakan pada dia, bahwa saya telah melihat video aksinya di Youtube dan saya memuji permainannya --dan rambut gondrongnya. Sambil agak tersipu-sipu dia bilang, "thank you."

Kemudian saya berkenalan dengan Pak Glenn, yang tampak sangat sopan. "Maafkan, bahasa saya tidak bagus," katanya sewaktu saya memancing dia untuk berbicara dengan bahasa Indonesia. Dan kami pun ngobrol dengan bahasa Inggris.

"Setahun lalu bahasa Inggris Ezra tidak terlalu bagus. Tapi sekarang dia sudah jauh lebih baik. Ezra sadar, dia perlu mengasah kemampuannya berbahasa Inggris, karena dia punya tekad yang sangat tinggi untuk bisa menjadi pemain bola yang sukses," timpal Wide.

Glenn lalu bercerita, dia tidak lama tinggal di Manado. Sewaktu berusia tiga tahun, orangtuanya -- bapaknya asli Manado, ibunya wanita Belanda -- membawanya pindah ke Negeri Kincir Angin, dan kelak menjadi warga negara sana.

"Karena di Belanda kami memang jarang menggunakan bahasa Indonesia, jadinya saya pun kesulitan berbahasa Indonesia," ujar Glenn.

Obrolan kami berlanjut di meja makan. Setiap pertanyaan saya dijawab dengan penuh perhatian dan ramah oleh bapak dan anaknya itu. Sebelum ke Jakarta mereka lebih dulu singgah di Jonggol, Jawa Barat, selama beberapa hari. Ezra dan Glenn mengunjungi famili Manado-nya di sana, yang mengelola sebuah panti asuhan. Di sana Ezra turut memberi pelatihan sepakbola kepada anak-anak kurang mampu.

"Hampir setiap tahun kami liburan ke Indonesia. Kami berdua sangat cinta pada Indonesia. Sudah dua tahun ini kami juga memberi coaching clinic kepada anak-anak Indonesia, seperti di Manado, Jonggol, dan Bandung. Kami ingin semakin mengenal Indonesia. Dan apa yang kami lakukan ini mendapat dukungan dari Ajax Foundation. Setiap kami datang ke sini, Ajax Foundation menitipkan puluhan jersey Ajax untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak di sini. Kami juga membawa banyak sertifikat Ajax yang ditandatangani Ezra dan Frank de Boer," terang Glenn.
Nuhun for visit Mengenal Ezra Walian, Pemain Muda Ajax Berdarah Manado