Minggu, 19 Juli 2015

Berita Bola Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik

Berita Bola Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik

sumber berita Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483ef4cc/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C1735120C297160A70C14970Cmengenal0Esepakbola0Edi0Ekawasan0Epasifik/story01.htm
Pacific Games 2015 baru saja berakhir kemarin. Ajang olahraga untuk negara-negara pasifik ini digelar tiap empat tahun sekali. Seperti SEA Games, Pacific Games adalah ajang negara-negara Pasifik beradu gengsi mengumpulkan medali emas, perak dan perunggu. Terdapat 24 negara yang berpartisipasi dalam Pacific Games 2015 dengan 28 cabang olahraga yang dimainkan dari 3 Juli 2015 hingga 18 Juli 2015.



Pacific Games 2015 yang digelar di Port Moresby, Papua Nugini, menjadi gelaran yang ke-15 kalinya. Bagi Port Moresby, ini menjadi momen yang ketiga bagi mereka menjadi tuan rumah. Edisi berikutnya dari Pacific Games akan berlangsung di Nuku’alofa, Tonga.

Salah satu cabang yang dipertandingan adalah sepakbola. Dari 24 negara yang berpartisipasi dalam Pacific Games 2015, hanya delapan negara saja yang berpartisipasi di cabang sepakbola yaitu, Fiji, Micronesia, Kaledonia Baru, Selandia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tahiti dan Vanuatu.

Perlu diketahui Kaledonia Baru adalah negara yang paling banyak meraih emas sepakbola di Pacific Games dengan menjadi juara sebanyak enam kali.

Medali emas sepakbola di Pacific Games 2015 akhirnya dimenangkan oleh Fiji yang mengalahkan Vanuatu melalui adu penalti. Pertandingan di waktu normal berakhir dengan skor 0-0 dan Fiji akhirnya meraih emas setelah unggul 4-3 di babak adu penalti.

Belakangan ini Pacific Games 2015 menjadi perhatian dunia semenjak berita kekalahan Micronesia oleh Vanuatu dengan 46 gol tanpa balas. Tidak ada typo dan kesalahan dalam penulisan skor karena memang gawang Micronesia benar-benar dijebol 46 kali.

Jean Kaltalack, salah seorang pemain Vanuatu, berhasil mencetak 15 gol dalam pertandingan tersebut. Bahkan dalam dua laga sebelumnya, Micronesia juga dibantai 30 gol oleh Tahiti dan 38 gol oleh Fiji. Dalam tiga laga itu, Micronesia tak pernah mencetak satu gol pun.

Sebenarnya Micronesia bukan yang pertama yang mengalami pembantaian mengerikan macam itu di pentas Pacific Games. Sebelumnya Tahiti juga pernah membantai Kepulauan Cook dengan 30 gol tanpa balas pada 1971. Sementara Selandia Baru pernah membantai American Samoa dengan skor akhir 11-0 pada 2004.

Ketimpangan yang mengerikan itu menggambarkan betapa tidak berimbangnya peta kekuatan antara negara. Tidak berimbangnya peta kekuatan sepakbola di Pasifik disebabkan oleh pertumbuhan sepakbola yang memang sangat pelan dan terlambat. Untuk diketahui, Micronesia sendiri hingga kini belum terdaftar sebagai anggota FIFA.
Nuhun for visit Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik