Minggu, 05 Juli 2015

Berita Bola Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia

Berita Bola Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia

sumber berita Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47dc688d/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C120A9190C29612830C14970Cpilar0Epilar0Elokal0Eyang0Emempersembahkan0Epiala0Eeropa0Eu0E210Euntuk0Eswedia/story01.htm
Skuat Swedia yang menjuarai Piala Eropa U-21 2015 mengingatkan orang kepada generasi emas Thomas Brolin, yang berhasil menjadi juara ketiga Piala Dunia 1994.

Swedia mengandaskan Portugal di laga final melalui adu penalti di Stadion Eden, Praha, pada Rabu (1/7) dinihari lalu. Ricardo Esgaio dan William Carvalho dari Portugal gagal mengeksekusi penalti sehingga Swedia berhasil menjadi juara Piala Eropa U-21 untuk pertama kalinya.

Padahal sebelum pertandingan, lebih banyak media Eropa yang menjagokan Portugal. "Siapa yang bisa mengira Swedia bisa memenangi turnamen? Tidak banyak," ujar John Guidetti, penyerang Swedia, usai pertandingan kepada The Guardian.

Skenario yang dibayangkan banyak orang yang mengunggulkan Portugal seakan sungguh akan terjadi. Sebabnya, baru tiga menit kickoff Portugal sudah bisa mencetak gol melalui tendangan voli Ricardo. Tapi pada akhirnya, Swedia berhasil membalikkan keadaan. Organisasi pertahanan dan kedisiplinan yang baik merupakan kunci sukses mereka untuk menghentikan Portugal.

Keterlibatan Swedia dalam Ajang Internasional

Bersama Norwegia dan Denmark, Swedia terletak di Tanjung Skandinavia. Itulah sebabnya mereka disebut sebagai negara-negara Skandinavia. Selain tiga negara itu, Islandia dan Finlandia juga bagian dari wilayah Skandinavia. Mereka cenderung hidup sebagai jiran yang akur berkat banyaknya kesamaan dalam bahasa yang berakar dalam bahasa Skandinavia. Kerukunan itu juga tampak dalam persepakbolaan mereka.

Sebenarnya tidak ada hal yang luar biasa dari cara Swedia mengelola sepakbolanya. Metode pengembangan pemain mudanya juga tidak terlalu berbeda dengan akademi sepakbola di negara Skandinavia yang lain. Hanya saja di Swedia lebih banyak pertandingan usia muda, terutama dalam lingkup Skandinavia. Mereka getol membuat turnamen-turnamen, misalnya saat periode libur sekolah, untuk memberi kesempatan bagi pemain-pemain muda unjuk gigi.

Salah satu turnamen usia muda dengan skala besar yang sudah cukup terkenal adalah Piala Gothia di Gothenburg. Dari Piala Gothia muncul beberapa pemain profesional seperti Julio Baptista, Ze Roberto, Alan Shearer, Xabi ALonso, Andrea Pirlo, Emmanuel Adebayaor. Dari Swedia sendiri, pemain-pemain top mereka saat ini seperti Ibrahimovic dan Kim Kallstrom juga pernah terlibat dalam kompetisi tersebut.

Selain kompetisi, akademi di Swedia agak berbeda dengan Serbia yang cenderung menahan para pemainnya untuk tidak lekas-lekas pergi ke negara-negara maju Eropa sampai mencapai usia 20-an. Swedia justru mempersilakan anak didiknya berkembang di tim-tim Eropa lain, terutama Inggris.

Melamar ke akademi klub Inggris menjadi hal biasa dilakukan oleh pemain-pemain muda di Swedia. Mereka sudah tahu cara mengajukan proposal pengenalan diri. Misalnya: "Saya seorang pemain dengan kaki kanan dan selalu ingin menembak di luar kotak penalti memakai kaki kanan saya. Saya memiliki teknik yang baik dan ingin menantang lawan saya."
Nuhun for visit Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia