Sabtu, 04 Juli 2015

Berita Bola Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang

Berita Bola Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang

sumber berita Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d327a1/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C141950A0C2960A3410C1480A0Cpressing0Echile0Ebisa0Ejadi0Ebumerang/story01.htm
Turnamen Copa America 2015 telah mencapai puncaknya. Tuan rumah Chile, yang mengandaskan Peru dengan skor 2-1 di semifinal, akan berhadapan dengan Argentina yang sebelumnya menang telak dengan skor 6-1 saat menghadapi Paraguay.

Melangkah ke babak final bagi Chile sendiri tentunya membuka peluang mereka untuk mencatat sejarah. Dalam 99 tahun gelaran Copa America, Chile belum pernah sekalipun menjadi juara pada gelaran empat tahunan ini.

Untuk mewujudkannya bukan perkara mudah. Lawan yang Chile hadapi adalah salah satu kesebelasan yang cukup sukses di Copa America. Argentina merupakan peraih trofi kedua terbanyak dengan 14 titel juara, terpaut satu piala dengan Uruguay yang memiliki trofi terbanyak.

Karenanya, skuat Chile memiliki tugas berat untuk mengakhiri puasa gelar Copa America mereka. Mereka perlu membuat lini serang Argentina yang bergantung pada Fantastic Four: Lionel Messi, Sergio Aguero, Angel Di Maria, dan Javier Pastore, kesulitan mendapatkan peluang untuk membobol gawang Chile yang dikawal Claudio Bravo.


Prediksi Line-Up Chile vs Argentina

Hati-Hati dalam Melakukan Pressing

Chile merupakan kesebelasan paling banyak memasukkan gol pada Copa America kali ini dengan 12 gol. Catatan ini diraih berkat keberhasilan mereka yang selalu mendominasi jalannya pertandingan. Menurut ESPNFC, Chile memimpin penguasaan bola dengan rataan 70,8% per pertandingan.

Keberhasilan Chile dalam unggul penguasaan bola adalah dengan menerapkan pressing saat kesebelasan lawan hendak membangun serangan. Para pemain Chile akan berusaha mengambil alih permainan sesegera mungkin dengan langsung menekan pemain belakang lawan yang menguasai bola di areanya sendiri.

Pressing Chile sendiri tak menekankan untuk merebut bola secara paksa, dengan melancarkan tekel agresif pada pemain bertahan lawan yang menguasai bola. Mereka hanya memberikan tekanan agar serangan lawan tak bisa dibangun dengan sempurna. Mereka berusaha membuat pemain lawan melepaskan umpan panjang atau salah umpan.

Hal ini terlihat dari catatan (Whoscored). Keberhasilan tekel yang mereka lakukan yang hanya memiliki rata-rata 15,2 kali per pertandingan. Angka ini merupakan yang paling kecil kedua dari 12 negara yang berlaga di Copa America ini.
Nuhun for visit Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang