Minggu, 19 Juli 2015

Berita Bola Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri

Berita Bola Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri

sumber berita Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483f6f10/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C20A49270C2971640A0C14970Csayonara0Euntuk0Ereputasi0Eclaudio0Eranieri/story01.htm
Nama Claudio Ranieri tak bisa dipungkiri cukup familiar dengan telinga kita. Bagaimana tidak, dalam karier kepelatihannya yang hampir mencapai 30 tahun, sejumlah tim kesebelasan besar telah ia tukangi.

Tapi dengan pengalaman melatih yang banyak itu, Ranieri harus menerima kenyataan bahwa semenjak diberhentikan oleh timnas Yunani pada pertengahan November 2014, pelatih kelahiran 20 Oktober 1951 ini belum lagi melatih. Ini artinya, sudah hampir delapan bulan Ranieri menganggur.

Menjelang musim 2015/2016 namanya kembali muncul ke permukaan. Kali ini ia santer diberitakan akan kembali ke Inggris untuk menangani kesebelasan yang musim lalu finis diurutan ke-14 Premier League, Leicester City. Ranieri pun siap membuka pembicaraan dengan klub yang bermarkas di Stadion King Power tersebut.

“Yunani telah menjadi masa lalu saya, dan saya menantikan sebuah proyek besar berikutnya yang akan datang,” papar Ranieri pada Sunday Post. “Hingga saat ini, belum ada pembicaraan dengan Leicester. Tapi jika nantinya mereka menghubungi saya, saya siap mendengar apapun yang akan mereka sampaikan.”

Seperti yang sudah dikatakan Ranieri sendiri, Leicester sebenarnya belum ada kontak dengan pelatih kelahiran Roma itu. Namun beberapa sumber, seperti Sky Bet misalnya, menjagokan Ranieri akan menjadi pelatih Leicester berikutnya, menyisihkan nama-nama seperti Martin O'Neill, Lucas Neill, atau Roberto Di Matteo.

Namun apa yang ditulis kolumnis Metro, Chris Forryan, cukup menggelitik. Menurutnya, penunjukan Ranieri, meski memiliki segudang pengalaman, akan membuat Leicester menjadi lebih buruk, khususnya dengan kebiasaan Ranieri yang sering melakukan rotasi pemain --hal mana membuatnya ia dijuluki "Tinkerman".

Saya sependapat dengan apa yang dituliskan Chris. Namun saya lebih melihat penurunan insting Ranieri terkait mendatangkan pemain atau memaksimalkan talenta pemainnya, yang membuat prestasinya beberapa tahun belakangan ini meredup.

Ranieri Sang Pembangun Tim

Hingga saat ini, tercatat 14 tim telah ditukangi Ranieri, termasuk Fiorentina, Napoli, AS Roma, Juventus, Parma, Inter Milan Chelsea, Atletico Madrid, dan Valencia.

Secara raihan trofi, Ranieri bisa dibilang tak begitu sukses. Prestasi terbaiknya adalah meraih trofi-trofi turnamen macam Coppa Italia, Super Coppa, Copa del Rey, UEFA Intertoto, dan UEFA Super Cup. Ya, meski sejumlah tim besar pernah dilatihnya, ia belum pernah sekalipun menjadi juara liga.
Nuhun for visit Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri