Jumat, 03 Juli 2015

Berita Bola Sejarah Tata Kelola Sepakbola Brasil yang Tidak Panjang

Berita Bola Sejarah Tata Kelola Sepakbola Brasil yang Tidak Panjang

sumber berita Sejarah Tata Kelola Sepakbola Brasil yang Tidak Panjang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47cbef42/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A30C1117250C29594810C14970Csejarah0Etata0Ekelola0Esepakbola0Ebrasil0Eyang0Etidak0Epanjang/story01.htm
Sepakbola memberikan harapan besar kepada masyarakat Brasil yang banyak dilanda kemiskinan. Kesuksesan banyak pemain-pemain Brasil mengubah hidup mereka yang sulit di Brasil menjadi bergelimang harta setelah berkarier di sepakbola membuat banyak anak-anak Brasil bermimpi mengikuti jejak mereka.

Namun sayangnya, tidak semua anak-anak brasil mampu mewujudkan impiannya. Sebab, sebagian besar kisah sukses pemain sepakbola Brasil berasal dari mereka yang berkarier di luar Brasil. Sedangkan sebagian besar pemain Brasil yang berkarier di negara mereka sendiri justru mengalami berbagai masalah, terutama dalam hal finansial.

Tata kelola yang kurang baik membuat sebagian besar klub-klub Brasil mengalami masalah finansial. Hal ini tentu menjadi ironi tersendiri, mengingat Brasil adalah negeri sepakbola. Pemain sepakbola asal Brasil dikenal sebagai pemain dengan permainan atraktif yang bisa menghibur semua orang. Namun mengapa klub-klub yang berada di negara tersebut justru mengalami permasalahan untuk mencari pemasukan dalam menjalankan aktivitas mereka?

Jika kita lihat ke belakang, meski sudah lama memainkan sepakbola, tata kelola sepakbola adalah hal yang baru bagi Brasil. Hingga memasuki tahun 90-an, ketika negara-negara Eropa sudah mulai mencari model tata kelola yang paling tepat terhadap sepakbola, Brasil masih belum memiliki apapun yang mengatur sepakbola mereka. Bagi mereka ketika itu, yang terpenting adalah bagaimana memenangkan pertandingan di lapangan. Tidak banyak yang memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan dari penyelenggaraan pertandingan.

Mereka akhirnya baru memiliki aturan mengenai hal ini ketika tahun 1993. Ketika itu, salah satu mantan pemain nasional mereka, Zico, ditunjuk untuk menjabat menteri olahraga. Di situ Zico membuat sebuah aturan yang mulai mengarahkan tata kelola olahraga Brasil, termasuk sepakbola. Peraturan ini kemudian dikenal dengan sebutan ‘Zico Law’, dan menjadi model tata kelola olahraga pertama di Brasil.

Secara garis besar, peraturan ini mulai mengajak klub-klub sepakbola di Brasil untuk mulai mengelola klub mereka sebagai sebuah usaha bisnis. Sebelumnya, klub-klub sepakbola Brasil memang hanya fokus pada prestasi. Hampir semua pemasukan yang mereka dapat, dialokasikan ke bidang-bidang yang bisa meningkatkan performa tim mereka seperti tenaga pelatih, tenaga medis, fasilitas latihan, dan yang lainnya.

Dengan melakukan hal ini, klub-klub Brasil memang berhasil melahirkan pemain-pemain berkualitas dunia. Pemain-pemain tersebut kemudian bisa dijual ke klub-klub Eropa dengan harga yang tinggi. Dari penjualan pemain-pemain inilah mereka mendapatkan pemasukan utama untuk membiayai semua kegiatan mereka dalam satu musim.

Namun ternyata, pemasukan yang mereka dapat dari hasil penjualan pemain tersebut, sebagian besar habis untuk membayar utang dan tunggakan gaji kepada para pemain. Dan jika masih tersisa, mereka kembali mengalokasikan dana tersebut untuk biaya membina pemain-pemain lainnya. Soalnya, sebagian besar klub Brasil memang tidak memiliki sumber pemasukan lain selain dari penjualan pemain.

Zico melihat ada yang salah dengan model tata kelola seperti ini. Klub-klub Brasil yang terlalu bergantung pada pemasukan dari penjualan pemain akan sangat berisiko mengalami masalah finansial. Dan apa yang dikhawatirkan Zico sebenarnya sempat terjadi ketika Eropa sedang mengalami krisis di tahun 2000. Ketika itu, sulit bagi klub-klub Brasil untuk menjual para pemainnya ke klub-klub Eropa yang sedang kesulitan keuangan. Hasilnya, pemasukan yang mereka raih ketika itu pun menurun drastis.

Karena itulah Zico Law memberikan arahan kepada klub-klub Brasil untuk lebih memperhatikan tata kelola bisnis mereka. Nama besar klub-klub Brasil seharusnya bisa dijadikan sebuah brand yang mampu mendatangkan banyak pemasukan. Dengan begitu, klub-klub Brasil tidak terlalu bergantung pada pemasukan dari penjualan pemain.
Nuhun for visit Sejarah Tata Kelola Sepakbola Brasil yang Tidak Panjang