Senin, 06 Juli 2015

Berita Bola Tak Ada Kompetisi, Yongki Jadi Fokus Jaga Toko dan Konveksi

Berita Bola Tak Ada Kompetisi, Yongki Jadi Fokus Jaga Toko dan Konveksi

sumber berita Tak Ada Kompetisi, Yongki Jadi Fokus Jaga Toko dan Konveksi : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47ddd5cf/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C1642390C29617240C760Ctak0Eada0Ekompetisi0Eyongki0Ejadi0Efokus0Ejaga0Etoko0Edan0Ekonveksi/story01.htm
Jakarta - Pemain Persipasi Bandung Raya (PBR) Yongki Aribowo mengambil sisi positif dari berhentinya kompetisi di tanah air. Dia mengaku menjadi fokus mengurus bisnisnya di bidang konveksi dan sebuah toko baju yang telah dijalaninya kurang lebih satu tahun.

Sejak kompetisi dihentikan dan Indonesia dijatuhkan sanksi oleh FIFA, Yongki memilih pulang ke kampung halamannya di Tulungagung, Jawa Timur. Didampingi istri dan putrinya, dia juga sekaligus menemani kedua orangtuanya.

Yongki mengaku memiliki sebuah toko distro baju dan sepatu yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Bisnisnya itu dipilih karena dia menyadari tak selamanya akan menjadi pesepakbola.

Memiliki nama Young Gun Store, Yongki berjualan macam-macam merk sepatu, alat olahraga, hingga baju. Tak hanya satu, kini pemain 26 tahun itu sudah memiliki dua toko, yakni di Jl. KH. Abduh Fattah, Mangunsari dan Karangwaru Futsal Center, Tulungagung.

"Sudah satu tahun ini buka distro. Ya lumayan lah, namanya juga baru merintis. Sekarang sudah punya dua tempat, biasanya yang kontrol itu kakak," ungkap Yongki.

Namun mantan pemain timnas di AFF 2010 itu mengaku mendapatkan hikmah dari berhentinya kompetisi, karena dia jadi punya banyak waktu untuk mengontrol dan menjajakan sendiri barang dagangannya yang ada di tokonya itu.

"Sekarang jadi lebih sering jaga toko sendiri. Tidak ada masalah sih, yang penting barang dagangan saya laku," kata dia.

Tak hanya disibukkan menjaga toko, Yongki juga meneruskan usaha kedua orangtuanya dibidang konveksi khusus kaus kaki dan seragam sekolah. Dia pun tak segan turun langsung untuk membantu, meski hanya sekadar memotong kain.

"Jadi, liga berhenti, kembali dengan meteran, Mbak: motong kain," selorohnya.

PBR memang saat ini tengah diliburkan tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun kondisi tidak menyenangkan harus diterima Yongki, sebab dia belum menerima gaji di bulan April dan DP ketika awal-awal bergabung ke PBR.

Dengan usahanya itu, dia mengaku mendapatkan penghasilan tambahan untuk bisa menghidupi anak dan istrinya. "Soal omzet, ya lumayan. Yang penting dapur tetap ngebul. Sambil menunggu kapan manajemen mau bayar.


Nuhun for visit Tak Ada Kompetisi, Yongki Jadi Fokus Jaga Toko dan Konveksi