Kamis, 30 Juli 2015

Berita Bola Tak Cuma Sepakbola Gajah, Menpora Siap Terima Pemain Lain yang Kehilangan Haknya

Berita Bola Tak Cuma Sepakbola Gajah, Menpora Siap Terima Pemain Lain yang Kehilangan Haknya

sumber berita Tak Cuma Sepakbola Gajah, Menpora Siap Terima Pemain Lain yang Kehilangan Haknya : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48908c18/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C30A0C17490A70C297940A60C760Ctak0Ecuma0Esepakbola0Egajah0Emenpora0Esiap0Eterima0Epemain0Elain0Eyang0Ekehilangan0Ehaknya/story01.htm
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi menerima siapapun yang ingin datang kepadanya untuk berbicara secara blak-blakan soal mafia bola. Termasuk para pemain PSS Sleman yang meminta jaminan keamanan kepada pemerintah.

Rabu (29/7/2015) di Yogyakarta, sejumlah pemain PSS Sleman yang dihukum karena kasus sepakbola gajah kontra PSIS Semarang di Divisi Utama Liga Indonesia tahun lalu buka suara. Tak hanya cuma memgungkap soal skandal tersebut, para pemain juga menuntut keadilan dan mengharapkan bantuan Menpora. Salah satunya soal jaminan keamanan.

"Ya seperti yang sudah saya sampaikan sejak awal bahwa kasus sepakbola gajah sesuatu yang nyata. Fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Bahwa (kemarin) hanya itu yang terungkap, ya itulah hebatnya mereka bisa mengunci semuanya," kata Imam ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (30/7/2015).

"Tapi kalau mereka datang lagi ke sini kami akan terima dengan lapang hati. Siapapun anak negeri yang merasa jadi korban, pelaku atau mau bertobat kami akan buka diri. Saya juga akan terus mendorong siapapun yang mau berbicara dengan publik serta menuntut hak-haknya," lanjutnya.

Soal jaminan keamanan, Imam tidak bisa memberikan upaya kongkret. Namun ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Kami sudah berkomunikasi dengan LPSK. Begini loh, kadang-kadang mereka ini takut dengan manusia. Padahal mereka punya hak. Mereka saja berani blak-blakan dengan Kemenpora, kenapa harus takut."

“Karenanya kami akan terus menyampaikan kepada aparat hukum karena kemenpora tidak dalam punya kewenangan untuk itu."

Ia juga menyentil Komisioner Komnas HAM Siana Indriani. Menurutnya di kasus inilah Komnas HAM semestinya bisa terlibat lebih dalam terkait permasalahan sepakbola nasional, ketimbang mengurusi soal tuntutan pemain dan pelattih sepakbola soal pencabutan SK PSSI Nomor 01307.

"Jadi menurut saya sisi inilah yang justru didalami oleh Komnas HAM. Daripada ingin memediasi saya dengan pihak-pihak...apa urusannya," cetus Imam.
Nuhun for visit Tak Cuma Sepakbola Gajah, Menpora Siap Terima Pemain Lain yang Kehilangan Haknya