Rabu, 05 Agustus 2015

Berita Bola Maafkan Kami, Bournemouth

Berita Bola Maafkan Kami, Bournemouth

sumber berita Maafkan Kami, Bournemouth : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48b8aa21/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C0A50C1543170C29841430C14890Cmaafkan0Ekami0Ebournemouth/story01.htm
Untuk selamanya Bournemouth tak akan menjadi kota sepenting Southampton dan Portsmouth. Memang ketiganya sempat menjadi satu dalam (semacam) karesidenan (county), Hampshire, sebelum Bournemouth dipisah menjadi bagian dari karesidenan Dorset. Ketiganya juga menjadi segitiga kota pinggir laut terbesar di Inggris Barat Daya. Jarak di antara ketiganya juga hanya satu injakan pedal gas.

Tetapi, sementara Southampton menjadi salah satu kota pelabuhan komersial terbesar di Inggris dan Portsmouth pusat angkatan laut Inggris, Bournemouth hanya satu dari belasan kota untuk tetirah pantai di Inggris Selatan. Itupun bukan yang terbesar dan terpopuler.

Dalam urusan sepakbola, peruntungan ketiga kota itu juga berbeda. Lagi-lagi Bournemouth berada di belakang.

Kini mereka bisa pongah. "Peduli amat, kami di Liga Primer sekarang," tulis seorang teman di email. Atau kalau mengikuti chorus nyanyian pendukung Bournemouth di stadion bola, "Tak ada yang tahu tentang kami. Tak ada yang pernah mendengar tentang keberadaan kami. Tapi kami tak peduli..."

Nyanyian itu berlebihan tentunya. Penggemar bola tentu mengenal Bournemouth. Hanya saja dalam sejarahnya, Bournemouth belum pernah mencicipi liga papan atas --hingga musim kali ini.

Anda tahu, sepakbola tidak pernah benar-benar dominan dalam imajinasi penduduk Bournemouth. Tidak terlalu penting. Setidaknya tidak sekuat di Southampton dan Portsmouth.

Bournemouth sejak awal berkembang sebagai tempat tetirah ketika di seperempat akhir abad 19 berenang di laut mulai menjadi sebuah kegiatan liburan yang populer. Memulihkan kesehatan. Beristirahat dari keramaian. Bersantai. Menghindari kesibukan. Tempat pensiunan malah.



Perangai seperti itu menjadi DNA kota ketika Bournemouth berkembang dan tak pernah sepenuhnya hilang hingga saat ini: santai, rileks, dan tanpa beban.

Bertempat tinggal di Bournemouth adalah sebuah kesengajaan untuk tidak berbuat apa-apa. Saat ritme hidup sengaja diputar lambat. Saat hidup seperti sudah selesai dan menyongsong entah. Saat escapisme (pelarian) dari sesuatu (apapun itu) tak diperlukan lagi.
Nuhun for visit Maafkan Kami, Bournemouth