Minggu, 02 Agustus 2015

Berita Bola Pelajaran Kecil di Awal Musim untuk The Gunners dan The Blues

Berita Bola Pelajaran Kecil di Awal Musim untuk The Gunners dan The Blues

sumber berita Pelajaran Kecil di Awal Musim untuk The Gunners dan The Blues : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48a6522a/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C0A30C0A952420C29814370C1480A0Cpelajaran0Ekecil0Edi0Eawal0Emusim0Euntuk0Ethe0Egunners0Edan0Ethe0Eblues/story01.htm
Untuk kali kedua dalam dua musim terakhir, Arsenal memenangi pertandingan Community Shield. Datang sebagai pemenang Piala FA di kedua kesempatan tersebut, Arsenal mengalahkan dua lawan berbeda. Musim lalu Manchester City mereka kalahkan tiga gol tanpa balas. Kali ini, Chelsea dipaksa menyerah. Arsene Wenger pun menikmati kemenangan pertamanya atas Jose Mourinho.

Bagi Arsenal, ini adalah bukti bahwa mereka lebih kuat dari musim lalu. Chelsea, toh, bukannya tidak mendapat apa-apa. Setidaknya Jose Mourinho mendapat pelajaran berharga tentang seperti apa susunan pemain terbaik timnya dan seperti apa ia harus bersikap jika bertemu dengan Arsenal di Premier League, di kejuaraan sebenarnya.

Susunan Pemain

Petr Cech, sesuai perkiraan, memulai pertandingan sejak menit pertama di kesempatan pertamanya menghadapi Chelsea, yang musim lalu masih ia bela. Duet bek tengah langganan Arsene Wenger, Per Mertesacker dan Laurent Koscielny, mengawal jantung pertahanan. Sembuhnya Mathieu Debuchy dan Kieran Gibbs tidak membuat posisi utama di pos bek sayap kanan dan kiri lepas dari genggaman Hector Bellerin dan Nacho Monreal.

Di Barisan gelandang, Wenger menempatkan tiga orang dengan satu poros. Aaron Ramsey memulai pertandingan di tengah, dengan Santi Cazorla di sebelah kiri dan Francis Coquelin di sebelah kanannya. Susunan ini mengejutkan karena biasanya Wenger memainkan Coquelin dan Ramsey di satu baris yang sama, dengan Cazorla bermain di depan keduanya. Pada praktiknya, toh, adalah Coquelin yang menjadi poros permainan. Ramsey, seperti biasa, bergerak naik turun dan menjelajah lapangan. Kadang, malah, ia bertukar sisi dengan Cazorla.

Kejutan lain dari Wenger adalah kembalinya Mesut Oezil ke sisi kiri serangan Arsenal. Padahal sempat ada indikasi bahwa Wenger akan memberi peran nomor 10 kepada Oezil musim ini. Dan alih-alih memainkan Olivier Giroud untuk melawan Chelsea yang bermain di kedalaman, Wenger malah memilih Theo Walcott sebagai starter. Pada akhirnya Walcott terbukti mampu memberi kontribusi walau keputusan Wenger memainkan penyerang cepat untuk melawan kesebelasan yang tidak bermain terbuka, tidak bisa tidak, pasti membuat orang bertanya-tanya. Di sisi kanan serangan, Wenger memainkan Alex Oxlade-Chamberlain.

Sementara itu Mourinho juga meninggalkan penyerang utamanya, Diego Costa, dan lebih memilih Loic Remy. Pilihan yang cukup bijak mengingat Remy memiliki kecepatan dan Mertesacker seringkali kewalahan menghadapi pemain seperti itu. Namun, kerja sama barisan belakang Arsenal mampu menetralisir ancaman Remy. Sepanjang babak pertama hanya ada tiga offside, dan semuanya untuk Remy.

Dalam formasi 4-2-3-1, trio penyokong Remy, dari kiri ke kanan, adalah Eden Hazard, Cesc Fabregas, dan Willian. Sementara Fabregas menjamin kreativitas lewat umpan-umpannya, Hazard dan Willian yang sering bertukar peran menebar ancaman dari sayap dengan kemampuan mereka menggiring bola. Sebuah susunan lini serang yang mematikan hingga terbukti sebaliknya.

Di lini tengah, Mourinho mempercayakan dua posisi yang ada kepada dua gelandang petarung: Nemanja Matic yang tinggi besar dan Ramires yang tidak membiarkan fisiknya menghalangi gaya bermainnya yang tanpa kompromi. Dalam situasi tanpa bola, keduanya adalah jaminan rasa aman walau barisan pertahanan berisi Branislav Ivanovic, John Terry, dan Gary Cahill (serta Cesar Azpilicueta) tidak membutuhkan lapisan baja semewah itu. Terlebih lagi Thibaut Courtois lebih dari sekedar mampu diandalkan di pos penjaga gawang.

Nuhun for visit Pelajaran Kecil di Awal Musim untuk The Gunners dan The Blues