Sabtu, 04 Juli 2015

Berita Bola Jorge Sampaoli, Orang Argentina yang Jadi Pahlawan Chile

Berita Bola Jorge Sampaoli, Orang Argentina yang Jadi Pahlawan Chile

sumber berita Jorge Sampaoli, Orang Argentina yang Jadi Pahlawan Chile : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d72bb3/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1224460C2960A6460C730Cjorge0Esampaoli0Eorang0Eargentina0Eyang0Ejadi0Epahlawan0Echile/story01.htm
Santiago - Jorge Sampaoli sukses mengantarkan Chile menjadi juara Copa America untuk pertama kalinya. Sampaoli memimpin La Roja untuk mengalahkan negaranya sendiri, Argentina, di final.

Sebelum final Copa America 2015 digelar, Sampaoli dan seluruh stafnya yang berkebangsaan Argentina sudah menegaskan bahwa mereka ingin Chile yang juara. Mereka siap mengubur mimpi Argentina, negara mereka sendiri, yang sudah lebih dari 20 tahun tak pernah juara di turnamen besar.

Ambisi Sampaoli itu akhirnya menjadi kenyataan. Chile yang diasuhnya tampil sebagai kampiun setelah menang adu penalti 4-1 atas Argentina pada laga di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB.

Kemenangan Chile ditentukan oleh Alexis Sanchez, yang mengeksekusi penalti ala panenka. Meski tembakan Sanchez pelan, tapi kiper Sergio Romero sudah terlanjur salah langkah.

"Penalti Alexis memberi saya kebahagiaan luar biasa," ujar Sampaoli seusai pertandingan.

"Para pemain bekerja dengan sangat baik. Mereka turun ke lapangan untuk mengejar piala ini. Saya tak melihat satu permainan di sepanjang kompetisi yang menunjukkan bahwa Chile tidak lebih baik daripada rival-rival mereka," tambahnya.

"Saya ingin menikmati momen ini bersama para pemain saya," tutur pelatih 55 tahun itu.

"Bisa memenangi Copa America di Chile, bergembira bersama orang-orang... Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain saya, yang memungkinkan saya menjadi bagian dari hal itu," kata Sampaoli seperti dikutip Soccerway.
Nuhun for visit Jorge Sampaoli, Orang Argentina yang Jadi Pahlawan Chile

Berita Bola Martino: Harusnya Argentina Menang

Berita Bola Martino: Harusnya Argentina Menang

sumber berita Martino: Harusnya Argentina Menang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d727e0/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1131280C2960A6280C730Cmartino0Eharusnya0Eargentina0Emenang/story01.htm
Santiago - Pelatih Argentina, Gerardo Martino, menganggap timnya tak pantas kalah dari Chile di final Copa America 2015. Melihat jalannya laga, Martino menyebut tim Tango harusnya keluar sebagai pemenang.

Argentina harus gigit jari usai dikalahkan Chile dalam adu penalti pada pertandingan final di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB. Mereka kalah 1-4 setelah eksekusi Gonzalo Higuain dan Ever Banega tak menembus gawang Chile, sementara semua algojo Chile sukses menjalankan tugasnya.

Sepanjang pertandingan 2x45 menit plus extra time 2x15 menit, Argentina sebenarnya menciptakan lebih banyak peluang. Albiceleste tercatat melepaskan 18 tembakan dan empat di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Chile membalas lewat delapan tembakan dan dua yang tepat sasaran.

Beberapa peluang emas Argentina didapat oleh Gonzalo Higuain, Nicolas Otamendi, dan Ezequiel Lavezzi. Namun, ketiga pemain itu gagal memaksimalkannya menjadi gol.

"Dalam waktu 120 menit, dalam sebuah pertandingan yang sangat berkualitas di mana kedua tim saling meredam, saya pikir tim yang harusnya menang adalah Argentina," ucap Martino seperti dikutip Reuters.

"Kami punya peluang lewat Nico, Pocho, dan Gonzalo pada akhir laga, yang harusnya mengubah hasil akhir pertandingan," lanjutnya.

Menurut Martino, setelah kegagalan di Copa America tahun ini, Argentina tak membutuhkan perombakan besar di masa mendatang.

"Dalam waktu singkat kami menemukan sebuah gaya main dan kami sudah cukup bagus. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan," kata mantan pelatih Barcelona itu.
Nuhun for visit Martino: Harusnya Argentina Menang

Berita Bola Nasib Sial Di Maria di Dua Final

Berita Bola Nasib Sial Di Maria di Dua Final

sumber berita Nasib Sial Di Maria di Dua Final : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d72488/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C10A52150C2960A60A60C730Cnasib0Esial0Edi0Emaria0Edi0Edua0Efinal/story01.htm
Santiago - Angel Di Maria seolah tidak berjodoh dengan laga final di mana Argentina bermain di dalamnya. Dua kali 'Tim Tango' main di final, dua kali pula nasib tidak enak menimpanya.

Ketika Argentina melaju ke babak final Piala Dunia 2014, Di Maria terpaksa hanya jadi penonton. Cedera yang dialaminya sebelum partai puncak membuatnya tidak bisa masuk di dalam skuat. Argentina pun kalah 0-1 dari Jerman ketika itu.

Minggu (5/7) dinihari WIB, pada laga final Copa America, Di Maria bermain sejak awal. Tidak ada tanda-tanda dia mengalami cedera. Dia tampak bugar.

Namun, pada menit ke-28, winger Manchester United itu terjatuh dan tampak memegangi paha kanannya. Setelahnya, dia tak mampu melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Ezequiel Lavezzi.

Dari kabar yang beredar, Di Maria kemungkinan mengalami cedera hamstring. Tetapi, belum diketahui berapa lama dia absen akibat cedera tersebut.

Dengan cedera tersebut, ada kemungkinan Di Maria tidak akan ikut dalam persiapan pramusim United yang akan dilakukan pada bulan Juli mendatang.

Selain mereka yang berlaga di Copa America, para pemain United diharuskan melapor ke pusat latihan klub pada hari Senin, 6 Juli 2015. Setelahnya mereka bersiap untuk melakoni tur ke AS.

United akan menghadapi Club America pada 18 Juli, lalu berturut-turut setelahnya bakal menghadapi San Jose Earthquakes (22 Juli), Barcelona (25 Juli), dan Paris Saint-Germain (30 Juli).




Nuhun for visit Nasib Sial Di Maria di Dua Final

Berita Bola 'Gelar Juara yang Dibutuhkan Chile'

Berita Bola 'Gelar Juara yang Dibutuhkan Chile'

sumber berita 'Gelar Juara yang Dibutuhkan Chile' : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d6ee4b/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A859580C2960A5640C730Cgelar0Ejuara0Eyang0Edibutuhkan0Echile/story01.htm
Santiago - Tim nasional Chile sudah berhasil memenangi Copa America usai mengalahkan Argentina. Gelar juara ini disebut Arturo Vidal sebagai titel yang dibutuhkan oleh Chile.

Kemenangan atas Albiceleste didapat Chile lewat perjuangan yang tak mudah. Laga yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Chile, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB, harus digelar sampai adu tendangan penalti, setelah tak tercipta gol hingga babak tambahan. Chile menang dengan skor akhir 4-1.

Empat eksekutor Chile, Matias Fernandez, Arturo Vidal, Charles Aranguiz, dan Alexis Sanchez, sukses menyarangkan bola. Sementara di kubu Argentina, cuma Lionel Messi yang berhasil menyerangkan bola ke dalam gawang. Sepakan Gonzalo Higuain melayang jauh, sedangkan tendangan Ever Banega ditepis Claudio Bravo.

"Orang-orang Chile butuh satu kemenangan, suatu hal seindah menjadi juara Copa America, saya pikir merupakan apa yang dibutuhkan negara ini," kata Vidal di situs resmi Copa America.

Kendati sudah juara, Chile tak lantas puas. Vidal langsung berujar bahwa La Roja akan segera berjuang keras menuju Piala Dunia berikutnya yang akan berlangsung di Rusia.

"Sekarang, kami akan berjuang maksimal untuk Piala Dunia berikutnya. Tapi, hari ini kami mencapai langkah luar biasa dan generasi ini layak mendapatkannya," ucap gelandang yang dimiliki Juventus itu.


Nuhun for visit 'Gelar Juara yang Dibutuhkan Chile'

Berita Bola Kegagalan Adu Penalti di Piala Dunia yang Bantu Chile Juara

Berita Bola Kegagalan Adu Penalti di Piala Dunia yang Bantu Chile Juara

sumber berita Kegagalan Adu Penalti di Piala Dunia yang Bantu Chile Juara : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d6cbda/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A826570C2960A5570C730Ckegagalan0Eadu0Epenalti0Edi0Epiala0Edunia0Eyang0Ebantu0Echile0Ejuara/story01.htm
Santiago - Chile meraih trofi Copa America untuk pertama kalinya setelah menang adu penalti atas Argentina. Pil pahit saat tersingkir dari Piala Dunia akibat tos-tosan disebut turut membantu sukses La Roja.

Chile harus bersusah payah untuk memetik kemenangan melawan Argentina dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Chile, Minggu (5/7/2015). Laga masih sama kuat 0-0 hingga babak tambahan waktu, pertandingan pun harus lanjut sampai tos-tosan.

Dalam babak adu penalti ini, empat eksekutor Chile, Matias Fernandez, Arturo Vidal, Charles Aranguiz, dan Alexis Sanchez, sukses menyarangkan bola.

Sementara di kubu Argentina, cuma Lionel Messi yang sukses memasukkan bola. Sepakan Gonzalo Higuain melesat jauh di atas mistar, sementara tendangan Ever Banega ditepis oleh Claudio Bravo.

Bravo mengungkapkan bahwa pengalaman di Brasil tahun lalu membantu Chile memenangi adu penalti kali ini. Tim besutan Jorge Sampaoli sudah belajar dari pengalaman gagal adu penalti saat melawan Brasil di babak 16 besar.

Dalam pertandingan di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, pada 28 Juni lalu, mereka takluk 2-3. Kala itu, dua eksekutor pertama Chile, Mauricio Pinilla dan Sanchez, gagal menyarangkan bola ke dalam gawang. Pengalaman itulah yang menjadi patokan Bravo menghaapi adu penalti kali ini.

"Kami mempunyai pengalaman dari Piala Dunia. Saya mengatakan pada rekan-rekan setim, bahwa mereka akan gagal dalam dua penalti, dan kami akan menang," ujar Bravo di situs resmi Copa America.

Bravo juga mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan impiannya yang menjadi kenyataan.

"Saya selalu bermimpi bisa mengangkat piala Copa di sutau hari. Ini merupakan momennya. Kami harus meninggalkan sejarah negatif. Ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat Chile," ungkap kiper milik Barcelona itu.


Nuhun for visit Kegagalan Adu Penalti di Piala Dunia yang Bantu Chile Juara

Berita Bola Tim Tango yang Mati Kutu Saat Adu Penalti

Berita Bola Tim Tango yang Mati Kutu Saat Adu Penalti

sumber berita Tim Tango yang Mati Kutu Saat Adu Penalti : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d673fa/sc/21/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A752260C2960A5480C730Ctim0Etango0Eyang0Emati0Ekutu0Esaat0Eadu0Epenalti/story01.htm
Santiago - Tim nasional Argentina masih belum mampu menyudahi puasa gelar selama lebih dari dua dekade. Kegagalan tim Tango saat adu tendangan penalti di final Copa America, bukanlah untuk kali yang pertama.

Argentina harus mengakui keunggulan Chile di laga final Copa America 2015. Bertanding di Estadio Nacional, Santiago, Chile, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB, mereka kalah saat tos-tosan dengan skor akhir 1-4.

Lionel Messi menjadi satu-satunya eksekutor Argentina yang berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang. Sementara itu, tendangan Gonzalo Higuain melayang jauh di atas mistar. Sedangkan eksekusi dari Ever Banega, diblok oleh kiper Chile Claudio Bravo.

Opta mencatat bahwa Argentina juga pernah gagal saat melakoni adu penalti di babak puncak Copa America. Itu terjadi pada tahun 2004, ketika menghadapi Brasil.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Nacional, Lima, Peru, pada 11 tahun silam, Argentina kalah dengan skor akhir 2-4.

Argentina kembali menjadi runner-up pada ajang Copa America tiga tahun berselang. Dalam edisi itu, Albiceleste bukan kalah adu penalti, tapi kalah telak tiga gol tanpa balas saat melawan Selecao.

Selain menjadi tim yang selalu gagal saat melakoni adu penalti di dua laga final, Argentina juga dicatat Opta menjadi tim pertama yang gagal berurutan di final Piala Dunia dan Copa America secara berurutan.

Saat berlaga di Piala Dunia 2014, Argentina juga harus puas menempati posisi runner-up setelah menelan kekalahan dari tim nasional Jerman.


Nuhun for visit Tim Tango yang Mati Kutu Saat Adu Penalti

Berita Bola Musim Bravo Lebih Cerah daripada Messi dan Mascherano

Berita Bola Musim Bravo Lebih Cerah daripada Messi dan Mascherano

sumber berita Musim Bravo Lebih Cerah daripada Messi dan Mascherano : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d66e93/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A657270C2960A5410C730Cmusim0Ebravo0Elebih0Ecerah0Edaripada0Emessi0Edan0Emascherano/story01.htm
Santiago - Bolehlah kita menyebut kalau musim Claudio Bravo lebih cerah dibanding dua rekan satu klubnya, Lionel Messi dan Javier Mascherano. Meski sama-sama meraih treble bersama Barca, hanya Bravo-lah yang akhirnya meraih gelar di level internasional tahun ini.

Tentu, dengan raihan titel juara di level internasional itu, musim Bravo terbilang komplet. Sudah sukses menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions bersama Barcelona, kini dia sukses menjuarai Copa America 2015 bersama Chile.

Ironisnya, Bravo juga ikut berperan dalam kesedihan Messi dan Mascherano. Ya, di final Chile mengandaskan perlawanan Argentina yang diperkuat oleh Messi dan Mascherano.

Bahkan, Bravo turun tangan sendiri dalam menyungkurkan Argentina. Pada pertandingan di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7) dinihari WIB, kedua tim bermain imbang 0-0 selama 120 menit sehingga harus disudahi lewat adu penalti.

Pada babak tos-tosan tersebut, Bravo satu kali menepis tendangan pemain Argentina, yakni Ever Banega. Kesuksesannya menggagalkan sepakan Banega turut andil dalam kemenangan 4-1 yang diraih Chile pada babak adu penalti tersebut.

Messi sendiri sukses mengeksekusi penalti dengan baik, sementara Mascherano tidak menendang. Sial buat Messi dan juga Argentina, dua rekannya --Banega dan Gonzalo Higuain-- gagal menjadi algojo yang apik. Jika tendangan Banega ditepis, tendangan Higuain malah melambung tinggi.

Mimpi Messi untuk meraih gelar di level internasional pun harus terkubur lagi.

Sementara Bravo, meski tidak bermain sama sekali di Liga Champions lantaran Barcelona lebih memilih Marc-Andre Ter Stegen di ajang tersebut, gelarnya musim ini lebih kompet.




Nuhun for visit Musim Bravo Lebih Cerah daripada Messi dan Mascherano

Berita Bola Kalahkan Argentina, Chile Juara Copa America 2015!

Berita Bola Kalahkan Argentina, Chile Juara Copa America 2015!

sumber berita Kalahkan Argentina, Chile Juara Copa America 2015! : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d6690d/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A40A0A0A20C2960A5290C730Ckalahkan0Eargentina0Echile0Ejuara0Ecopa0Eamerica0E20A15/story01.htm
Santiago - Chile tampil sebagai juara Copa America 2015. Setelah bermain imbang 0-0 dalam 120 menit melawan Argentina, Chile menang 4-1 lewat babak adu penalti.

Pada pertandingan yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7) dinihari WIB, Chile langsung menekan pertahanan Argentina sejak awal. Imbasnya, dalam 15 menit pertama pertandingan, tim besutan Jorge Sampaoli itu sudah menciptakan 3 percobaan untuk mencetak gol, sementara Argentina belum sama sekali.

Salah satu peluang pertama Chile didapatkan oleh Eduardo Vargas di menit keenam. Namun, tendangannya menyambut operan yang dilepaskan oleh Arturo Vidal masih bisa diblok. Semenit kemudian giliran Jean Beausejour yang mendapatkan kans, tetapi tendangannya menyamping.

Pada menit ke-10, Vargas kembali mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Kali ini, dia melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti, tetapi masih melebar di sisi gawang Argentina yang dikawal oleh Sergio Romero.

Argentina baru mendapatkan peluang ketika pertandingan memasuki menit ke-20. Berawal dari serangan yang dibangun oleh Lionel Messi, bola disambut oleh Sergio Aguero dengan sebuah sundulan. Namun, sundulan Aguero masih bisa dijinakkan oleh kiper Chile, Claudio Bravo.

Di tengah usaha untuk melawan dominasi penguasaan bola Chile, Argentina harus kehilangan Angel Di Maria. Winger milik Manchester United itu mendapatkan cedera hamstring dan akhirnya digantikan oleh Ezequiel Lavezzi pada menit ke-29.

Lavezzi sempat mendapatkan peluang bagus di ujung babak pertama ketika dia melepaskan sepakan terarah dari dalam kotak penalti. Sial baginya, tendangannya masih bisa ditepis oleh Bravo. Tak lama kemudian, babak pertama berakhir.Next

Nuhun for visit Kalahkan Argentina, Chile Juara Copa America 2015!

Berita Bola Chile Dominan, tapi Skor Masih 0-0

Berita Bola Chile Dominan, tapi Skor Masih 0-0

sumber berita Chile Dominan, tapi Skor Masih 0-0 : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d661fb/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A40A0A0A20C2960A5290C730Cchile0Edominan0Etapi0Eskor0Emasih0E0A0E0A/story01.htm
Santiago - Chile tampil dominan di babak pertama ketika menghadapi Argentina di final Copa America 2015. Kendati demikian, tidak ada tim yang unggul di paruh pertama tersebut. Skor sama kuat 0-0.

Pada pertandingan yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7) dinihari WIB, Chile langsung menekan pertahanan Argentina sejak awal. Imbasnya, dalam 15 menit pertama pertandingan, tim besutan Jorge Sampaoli itu sudah menciptakan 3 percobaan untuk mencetak gol, sementara Argentina belum sama sekali.

Salah satu peluang pertama Chile didapatkan oleh Eduardo Vargas di menit keenam. Namun, tendangannya menyambut operan yang dilepaskan oleh Arturo Vidal masih bisa diblok. Semenit kemudian giliran Jean Beausejour yang mendapatkan kans, tetapi tendangannya menyamping.

Pada menit ke-10, Vargas kembali mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Kali ini, dia melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti, tetapi masih melebar di sisi gawang Argentina yang dikawal oleh Sergio Romero.

Argentina baru mendapatkan peluang ketika pertandingan memasuki menit ke-20. Berawal dari serangan yang dibangun oleh Lionel Messi, bola disambut oleh Sergio Aguero dengan sebuah sundulan. Namun, sundulan Aguero masih bisa dijinakkan oleh kiper Chile, Claudio Bravo.

Di tengah usaha untuk melawan dominasi penguasaan bola Chile, Argentina harus kehilangan Angel Di Maria. Winger milik Manchester United itu mendapatkan cedera hamstring dan akhirnya digantikan oleh Ezequiel Lavezzi pada menit ke-29.

Lavezzi sempat mendapatkan peluang bagus di ujung babak pertama ketika dia melepaskan sepakan terarah dari dalam kotak penalti. Sial baginya, tendangannya masih bisa ditepis oleh Bravo. Tak lama kemudian, babak pertama berakhir.Next

Nuhun for visit Chile Dominan, tapi Skor Masih 0-0

Berita Bola Milner Diyakini Akan Punya Pengaruh Besar di Liverpool

Berita Bola Milner Diyakini Akan Punya Pengaruh Besar di Liverpool

sumber berita Milner Diyakini Akan Punya Pengaruh Besar di Liverpool : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d5dfd5/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A120A0A80C2960A5170C720Cmilner0Ediyakini0Eakan0Epunya0Epengaruh0Ebesar0Edi0Eliverpool/story01.htm
Liverpool - Kesuksesan Liverpool mendapatkan James Milner dari Manchester City dianggap sebagai sebuah langkah positif. Pesepakbola 29 tahun itu diyakini bakal mempunyai pengaruh besar di skuat The Reds.

Milner yang kontraknya habis di City ketika musim lalu selesai, akhirnya bebas untuk memilih klub. Dia pun menjatuhkan pilihan ke Liverpool.

Penggawa lini tengah Liverpool Jordan Henderson mengaku tahu dengan kualitas yang dipunyai oleh Milner. Dia pun yakin bahwa Milner akan mempunyai dampak besar buat The Reds, utamanya karena pengalaman yang dia punyai.

Selama membela City, Milner berhasil dua kali menjuarai Liga Inggris. Selain itu, curriculum vitae Milner di liga domestik sudah lengkap karena berhasil masing-masing sekali memenangi Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

"Semua orang tahu mengenai Milner; dia mempunyai kualitas tinggi dan pengalaman. Dia akan memberi semua kemampuan di setiap saat, ketika dipercaya mengenakan sebuah kaos tim," kata Henderson di situs resmi Liverpool.

"Ini merupakan rekrutan yang sangat bagus buat kami; orang seperti dia bisa mempunyai pengaruh besar. Untuk apa yang sudah dia capai di dalam kariernya, dia akan sangat luar biasa bagi kami dalam hal itu, dan begitu juga dengan kualitasnya," imbuhnya.


Nuhun for visit Milner Diyakini Akan Punya Pengaruh Besar di Liverpool

Berita Bola 'Enrique Inginkan Arda Turan'

Berita Bola 'Enrique Inginkan Arda Turan'

sumber berita 'Enrique Inginkan Arda Turan' : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d5db5c/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C0A0A430A60C2960A5150C750Cenrique0Einginkan0Earda0Eturan/story01.htm
Barcelona - Barcelona dikabarkan sedang berupaya keras untuk mendatangkan Arda Turan dari Atletico Madrid. Transfer Turan itu disebut-sebut atas permintaan pelatih Los Cules Luis Enrique.

Di pekan ini, Barca dikabarkan mencapai kesepakatan mengenai transfer Turan. Mereka disebut media Spanyol Sport akan membayar 35 juta euro ke Los Colchoneros. Gelandang asal Turki itu dilaporkan akan mendapatkan kontrak selama lima tahun.

Kandidat presiden Azulgrana Josep Maria Bartomeu yang mengungkapkan bahwa Turan merupakan permintaan khusus dari Enrique.

"(Arda) merupakan pemain yang sangat bagus, memiliki kualitas dan terhubung sempurna dengan apa yang diinginkan oleh Enrique di musim depan. Jadi, saya sebagai kandidat, menantang petinggi klub untuk mengambil langkah atas perekrutan pemain ini," kata Bartomeu di Football Espana.

"Mari melakukannya dan merekrut dia karena itu merupakan apa yang diinginkan oleh Luis Enrique dan kami akan mempunyai skuat kompetitif yang bisa memenangi enam trofi (bersama Arda)," imbuhnya.

Turan sendiri sudah menanggapi mengenai rumor transfer ke Barca. Dia membantah sudah mencapai kata sepakat pindah ke Camp Nou, dan saat ini masih menikmati masa liburan.


Nuhun for visit 'Enrique Inginkan Arda Turan'

Berita Bola Podolski Resmi Bergabung dengan Galatasaray

Berita Bola Podolski Resmi Bergabung dengan Galatasaray

sumber berita Podolski Resmi Bergabung dengan Galatasaray : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d51396/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C2239530C2960A50A30C730Cpodolski0Eresmi0Ebergabung0Edengan0Egalatasaray/story01.htm
Istanbul - Lukas Podolski akhirnya resmi menjadi milik Galatasaray. Pemain depan asal Jerman itu dikontrak selama tiga tahun oleh klub raksasa asal Turki tersebut.

Podolski melakukan tes medis pada Sabtu pagi (4/7) di Istanbul. Bersamaan dengan proses tes medis tersebut, Galatasaray juga mengumumkan bahwa mereka telah rampung melakukan negosiasi dengan klub Podolski sebelumnya, Arsenal.

Galatasaray dikabarkan membayar 2,5 juta euro kepada Arsenal untuk pemain yang kini berusia 30 tahun tersebut.

"Saya sudah memenangi berbagai trofi, tapi saya masih termotivasi untuk memenangi lebih banyak lagi," ujar Podolski seperti dilansir Soccerway.

"Galatasaray menjadi juara liga musim lalu. Sekarang target kami adalah mempertahankannya dan lolos ke babak selanjutnya dari Liga Champions."

Podolski menghabiskan separuh musim lalu dengan bermain untuk Inter di Serie A. Namun, dia tidak bersinar. Dari 17 kali bertanding di Serie A, Podolski hanya mencetak satu gol dan satu assist.

Dia pun mengakui, kepindahannya ke Inter --meski dengan status pinjaman-- adalah keputusan yang salah.Next

Nuhun for visit Podolski Resmi Bergabung dengan Galatasaray

Berita Bola Babel Yakin Firmino Akan Bersinar di Liverpool

Berita Bola Babel Yakin Firmino Akan Bersinar di Liverpool

sumber berita Babel Yakin Firmino Akan Bersinar di Liverpool : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d4de6a/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C19370A0A0C2960A4840C720Cbabel0Eyakin0Efirmino0Eakan0Ebersinar0Edi0Eliverpool/story01.htm
Liverpool - Roberto Firmino diyakini akan jadi pemain kesayangan penggemar Liverpool, bukan cuma karena kelihaiannya dalam mengolah bola melainkan juga berkat etos kerjanya di atas lapangan.

Opini tersebut dilontarkan oleh Ryan Babel, pemain Liverpool periode 2007–2011 yang juga pernah menjadi rekan satu tim Firmino di Hoffenheim. Menurut Babel, kendatipun Firmino belum punya pengalaman dengan sepakbola Inggris kualitas yang dimiliki pemain Brasil itu akan membuatnya bisa dengan cepat beradaptasi dengan Premier League dan juga merebut hati Liverpudlians.

"Ia pemain yang punya banyak trik. Ia lihai menggiring bola, menembak dan juga punya tembakan bagus, ia bisa mengirim banyak umpan terobosan, dan assist-nya amat bagus," kata Babel kepada Liverpoolfc.com.

"Ia juga punya kemampuan bagus dalam menyundul bola, walaupun Anda mungkin tidak menduganya karena ia tidak tinggi-tinggi amat, tapi ia amat jago dalam melakukannya."

"Ia jenis pemain yang suka ketika bola ada di kakinya sehingga bisa melakukan aksi-aksi dengannya, tapi di Jerman ia belajar bagaimana bergerak tanpa bola dan cara bertahan. Aku tahu betapa pentingnya itu di Inggris, apa yang harus dilakukan tanpa bola."

"Aku amat gembira untuknya. Ia amat berbakat dan sekarang semua tergantung padanya. Ia adalah tipe pemain yang bisa memberikan banyak kegembiraan untuk penggemar Liverpool karena ia pemain yang sarat kemampuan," tuturnya.

Firmino diboyong ke Eropa oleh Hoffenheim di bulan yang sama ketika klub Jerman itu mendatangkan Babel dari Anfield--Januari 2011. Musim panas ini Firmino ditransfer Liverpool dengan nilai transfer sekitar 29 juta poundsterling.

Nuhun for visit Babel Yakin Firmino Akan Bersinar di Liverpool

Berita Bola Tak Ada Kompetisi, Bustomi Isi Ramadan dengan Aktivitas Bareng Keluarga

Berita Bola Tak Ada Kompetisi, Bustomi Isi Ramadan dengan Aktivitas Bareng Keluarga

sumber berita Tak Ada Kompetisi, Bustomi Isi Ramadan dengan Aktivitas Bareng Keluarga : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d4915e/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C1848560C2960A4770C760Ctak0Eada0Ekompetisi0Ebustomi0Eisi0Eramadan0Edengan0Eaktivitas0Ebareng0Ekeluarga/story01.htm
Malang - Pemain tim nasional Indonesia Ahmad Bustomi berusaha mengambil hikmah dari ketiadaan kompetisi sepakbola. Hal itu memberinya waktu lebih banyak untuk dihabiskan dengan keluarga pada bulan Ramadan kali ini.

"Saya banyak dengan keluarga, yang selama ini, biasanya sibuk main bola dan nanti ketemu kalau akhir puasa dan lebaran," kata Bustomi ditemui detikSport disela Tabligh Ramadan Axis di Masjid Sabililillah, Kota Malang, Sabtu (4/7/2015), petang.

Waktunya pun kini habis untuk mengurus anak, bermain layangan, dan menyantap masakan istri dikala sahur dan berbuka. "Momong anak yang jelas, main layangan, terus makan masakan istri saat sahur dan buka," ujar kapten Arema Cronus yang punya menu favorit sate ini.

Bustomi berharap, bulan suci Ramadan bisa membawa para pihak untuk saling berinteropeksi diri. Bagaimana nantinya membawa sepakbola sehat tanpa ada sanksi. "Harapan kami itu sepakbola sehat," tegasnya.

Menurutnya, mayoritas pemain sepakbola Tanah Air segera menginginkan kompetisi ada lagi. Bukan hanya bergulir begitu saja, melainkan sepakbola yang benar-benar berkualitas. Dia mencontohkan negara-negara tetangga yang memiliki sistem pengelolaan sepakbola yang bagus.

"Singapura, Thailand, sepakbolanya maju, tidak ada sanksi. Minimal seperti mereka kita seharusnya," harapnya.



Ketidaan kompetisi saat ini sempat membuat Bustomi ancang-ancang berpartisipasi di ajang antar kampung (tarkam). Tetapi ia dilarang istri. Bustomi menduga sang istri risau dengan risiko yang dihadapi kalau main di tarkam.

"Tidak boleh ikut tarkam, kalau saya maksa, dia (istri) akan memilih bekerja," akunya.

Ditanya apakah berniat hengkang dari Singo Edan, Bustomi mengaku belum menerima tawaran. Dia menegaskan, masih ingin berlama-lama berada di Malang. "Saya di sini, masih di Malang. Untuk Arema ya tetap," ujar dia.‎




Nuhun for visit Tak Ada Kompetisi, Bustomi Isi Ramadan dengan Aktivitas Bareng Keluarga

Berita Bola Berlusconi Komentari Sesi Latihan Mihajlovic dan Rumor soal Ibra

Berita Bola Berlusconi Komentari Sesi Latihan Mihajlovic dan Rumor soal Ibra

sumber berita Berlusconi Komentari Sesi Latihan Mihajlovic dan Rumor soal Ibra : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d3d151/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C160A0A270C2960A3830C710Cberlusconi0Ekomentari0Esesi0Elatihan0Emihajlovic0Edan0Erumor0Esoal0Eibra/story01.htm
Milan - Presiden AC Milan Silvio Berlusconi memberikan komentarnya mengenai awal kiprah dari pelatih Sinisa Mihajlovic dalam pramusim Rossoneri. Berlusconi juga membahas soal kemungkinan merekrut Zlatan Ibrahimovic lagi.

Mulai musim ini Mihajlovic akan menjabat sebagai allenatore Milan, mengisi posisi yang sebelumnya ditempati oleh Filippo Inzaghi. Tugas Mihajlovic saat ini tentu saja untuk memoles Milan, yang musim lalu finis di klasemen 10 Serie A dan cuma jadi perempatfinalis Coppa Italia.

Pada hari Jumat (3/7/2015) waktu setempat, Milan sudah memulai latihan pramusim di bawah arahan Mihajlovic. Berlusconi hadir langsung dalam kesempatan tersebut.

"Kesan pertamanya amat bagus, dengan seluruh pemain sudah amat bersemangat untuk segera mulai," kata Berlusconi kepada Milan Channel dan dikutip Football Italia.

"Mihajlovic adalah seorang pekerja keras dan juga amat cerdas. Saya pikir ia merupakan pilihan tepat," lanjutnya.

Belakangan santer berhembus kabar kalau bahwa Milan, dalam usahanya berbenah, bisa berusaha merekrut Ibrahimovic dari Paris Saint-Germain. La Gazzetta dello Sport bahkan menyatakan pemain yang juga pernah berseragam Milan itu akan ditawari kontrak tiga tahun dengan nilai gaji 6 juta euro per musim. Rumor tersebut rupanya disambut positif Milanisti, sesuatu yang juga sudah disadari Berlusconi.

"Para suporter menginginkan Ibra? Kalau ia lowong maka saya juga menginginkan dirinya," tutur Berlusconi.

Nuhun for visit Berlusconi Komentari Sesi Latihan Mihajlovic dan Rumor soal Ibra

Berita Bola Persis Solo Putuskan Ikut Turnamen Piala Kemerdekaan

Berita Bola Persis Solo Putuskan Ikut Turnamen Piala Kemerdekaan

sumber berita Persis Solo Putuskan Ikut Turnamen Piala Kemerdekaan : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d3a7f6/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C150A50A40C2960A3640C760Cpersis0Esolo0Eputuskan0Eikut0Eturnamen0Epiala0Ekemerdekaan/story01.htm
Jakarta - Persis Solo memutuskan untuk mengikuti Piala Kemerdekaan, kendatipun sempat mengungkap keengganan untuk turut serta dalam turnamen bentukan tim transisi itu.

Pada awalnya Persis tidak berminat ikut turnamen Piala Kemerdekaan yang menggunakan format home tournament. Persis lebih menginginkan format home and away yang dinilai dapat menghasilkan keuntungan yang besar ketika menjadi tuan rumah.

Akan tetapi, kini Persis berubah pikiran. Jajaran direksi PT Persis Solo Saestu (PT PSS) memutuskan main di Piala Kemerdekaan. Keputusan tersebut diambil salah satunya usai berkonsultasi dengan penasehat Persis, sekaligus Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

"Kami memutuskan untuk mendaftarkan diri jadi peserta Piala Kemerdekaan. Keputusan itu merupakan keputusan bersama kami setelah rapat dan melakukan konsultasi dengan Pak FX Rudy. Apalagi, turnamen ini hajatan pemerintah," ungkap Presiden Direktur PT PSS Paulus Haryoto, saat dihubungi, Sabtu (4/7/2015).

Dengan bergabungnya Persis maka jumlah peserta Piala Kemerdekaan menjadi 19 klub. Tim transisi juga sebelumnya menyatakan akan ada beberapa tim Divisi Utama yang bergabung, tak terkecuali dari ISL.

Paulus berharap tim transisi bisa menjalankan tanggung jawab dan janji-janjinya kepada klub agar turnamen tersebut bisa berjalan hingga selesai.

"Kami berharap mereka bisa memenuhi kewajiban kepada tim-tim peserta di Piala Kemerdekaan sehingga tidak berhenti di tengah jalan," kata dia.

Nuhun for visit Persis Solo Putuskan Ikut Turnamen Piala Kemerdekaan

Berita Bola Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang

Berita Bola Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang

sumber berita Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d327a1/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C141950A0C2960A3410C1480A0Cpressing0Echile0Ebisa0Ejadi0Ebumerang/story01.htm
Turnamen Copa America 2015 telah mencapai puncaknya. Tuan rumah Chile, yang mengandaskan Peru dengan skor 2-1 di semifinal, akan berhadapan dengan Argentina yang sebelumnya menang telak dengan skor 6-1 saat menghadapi Paraguay.

Melangkah ke babak final bagi Chile sendiri tentunya membuka peluang mereka untuk mencatat sejarah. Dalam 99 tahun gelaran Copa America, Chile belum pernah sekalipun menjadi juara pada gelaran empat tahunan ini.

Untuk mewujudkannya bukan perkara mudah. Lawan yang Chile hadapi adalah salah satu kesebelasan yang cukup sukses di Copa America. Argentina merupakan peraih trofi kedua terbanyak dengan 14 titel juara, terpaut satu piala dengan Uruguay yang memiliki trofi terbanyak.

Karenanya, skuat Chile memiliki tugas berat untuk mengakhiri puasa gelar Copa America mereka. Mereka perlu membuat lini serang Argentina yang bergantung pada Fantastic Four: Lionel Messi, Sergio Aguero, Angel Di Maria, dan Javier Pastore, kesulitan mendapatkan peluang untuk membobol gawang Chile yang dikawal Claudio Bravo.


Prediksi Line-Up Chile vs Argentina

Hati-Hati dalam Melakukan Pressing

Chile merupakan kesebelasan paling banyak memasukkan gol pada Copa America kali ini dengan 12 gol. Catatan ini diraih berkat keberhasilan mereka yang selalu mendominasi jalannya pertandingan. Menurut ESPNFC, Chile memimpin penguasaan bola dengan rataan 70,8% per pertandingan.

Keberhasilan Chile dalam unggul penguasaan bola adalah dengan menerapkan pressing saat kesebelasan lawan hendak membangun serangan. Para pemain Chile akan berusaha mengambil alih permainan sesegera mungkin dengan langsung menekan pemain belakang lawan yang menguasai bola di areanya sendiri.

Pressing Chile sendiri tak menekankan untuk merebut bola secara paksa, dengan melancarkan tekel agresif pada pemain bertahan lawan yang menguasai bola. Mereka hanya memberikan tekanan agar serangan lawan tak bisa dibangun dengan sempurna. Mereka berusaha membuat pemain lawan melepaskan umpan panjang atau salah umpan.

Hal ini terlihat dari catatan (Whoscored). Keberhasilan tekel yang mereka lakukan yang hanya memiliki rata-rata 15,2 kali per pertandingan. Angka ini merupakan yang paling kecil kedua dari 12 negara yang berlaga di Copa America ini.
Nuhun for visit Pressing Chile Bisa Jadi Bumerang

Berita Bola 'Peru Sudah Raih Hasil Bagus, Akan Lebih Oke Lagi di Masa Depan'

Berita Bola 'Peru Sudah Raih Hasil Bagus, Akan Lebih Oke Lagi di Masa Depan'

sumber berita 'Peru Sudah Raih Hasil Bagus, Akan Lebih Oke Lagi di Masa Depan' : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d3132f/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A40C1328140C2960A3260C730Cperu0Esudah0Eraih0Ehasil0Ebagus0Eakan0Elebih0Eoke0Elagi0Edi0Emasa0Edepan/story01.htm
Concepcion - Pelatih Peru Ricardo Gareca memuji performa para pemainnya di Copa America 2015. Usai memastikan finis di posisi tiga, ia yakin timnya akan terus maju dan meraih hasil lebih baik lagi di masa depan.

Di Estadio Municipal de Concepcion, Sabtu (4/7/2015) pagi WIB, Peru meraih kemenangan 2-0 atas Paraguay dalam partai perebutan tempat ketiga. Ini merupakan kali kedua beruntun Peru finis ketiga di Copa America.

Dalam lajunya di turnamen kali ini Peru berhasil melewati fase grup, yang dihuni bersama Brasil, Kolombia, dan Venezuela, sebagai runner-up. Bolivia kemudian diatasi di perempatfinal, sebelum akhirnya kalah dari tuan rumah Chile di semifinal.

"Saya amat gembira dan senang untuk para pemain karena mereka sudah memberikan segalanya dan telah bersikap penuh telada dalam seluruh aspek," kata Gareca seperti dikutip Soccerway.

"Kami telah meraih posisi bagus. Kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tetapi di masa depan kami akan lanjut untuk jadi lebih baik lagi."

"Kami telah menang atas Paraguay yang merupakan lawan tangguh. Kami penuh tekad, tetapi Paraguay patut dapat apresiasi karena tak membiarkan kami mengembangkan permainan. Di babak kedua kami beradaptasi dan saya pikir kami akhirnya pantas menang," ucapnya.

Nuhun for visit 'Peru Sudah Raih Hasil Bagus, Akan Lebih Oke Lagi di Masa Depan'