Minggu, 05 Juli 2015

Berita Bola Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia

Berita Bola Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia

sumber berita Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47dc688d/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C120A9190C29612830C14970Cpilar0Epilar0Elokal0Eyang0Emempersembahkan0Epiala0Eeropa0Eu0E210Euntuk0Eswedia/story01.htm
Skuat Swedia yang menjuarai Piala Eropa U-21 2015 mengingatkan orang kepada generasi emas Thomas Brolin, yang berhasil menjadi juara ketiga Piala Dunia 1994.

Swedia mengandaskan Portugal di laga final melalui adu penalti di Stadion Eden, Praha, pada Rabu (1/7) dinihari lalu. Ricardo Esgaio dan William Carvalho dari Portugal gagal mengeksekusi penalti sehingga Swedia berhasil menjadi juara Piala Eropa U-21 untuk pertama kalinya.

Padahal sebelum pertandingan, lebih banyak media Eropa yang menjagokan Portugal. "Siapa yang bisa mengira Swedia bisa memenangi turnamen? Tidak banyak," ujar John Guidetti, penyerang Swedia, usai pertandingan kepada The Guardian.

Skenario yang dibayangkan banyak orang yang mengunggulkan Portugal seakan sungguh akan terjadi. Sebabnya, baru tiga menit kickoff Portugal sudah bisa mencetak gol melalui tendangan voli Ricardo. Tapi pada akhirnya, Swedia berhasil membalikkan keadaan. Organisasi pertahanan dan kedisiplinan yang baik merupakan kunci sukses mereka untuk menghentikan Portugal.

Keterlibatan Swedia dalam Ajang Internasional

Bersama Norwegia dan Denmark, Swedia terletak di Tanjung Skandinavia. Itulah sebabnya mereka disebut sebagai negara-negara Skandinavia. Selain tiga negara itu, Islandia dan Finlandia juga bagian dari wilayah Skandinavia. Mereka cenderung hidup sebagai jiran yang akur berkat banyaknya kesamaan dalam bahasa yang berakar dalam bahasa Skandinavia. Kerukunan itu juga tampak dalam persepakbolaan mereka.

Sebenarnya tidak ada hal yang luar biasa dari cara Swedia mengelola sepakbolanya. Metode pengembangan pemain mudanya juga tidak terlalu berbeda dengan akademi sepakbola di negara Skandinavia yang lain. Hanya saja di Swedia lebih banyak pertandingan usia muda, terutama dalam lingkup Skandinavia. Mereka getol membuat turnamen-turnamen, misalnya saat periode libur sekolah, untuk memberi kesempatan bagi pemain-pemain muda unjuk gigi.

Salah satu turnamen usia muda dengan skala besar yang sudah cukup terkenal adalah Piala Gothia di Gothenburg. Dari Piala Gothia muncul beberapa pemain profesional seperti Julio Baptista, Ze Roberto, Alan Shearer, Xabi ALonso, Andrea Pirlo, Emmanuel Adebayaor. Dari Swedia sendiri, pemain-pemain top mereka saat ini seperti Ibrahimovic dan Kim Kallstrom juga pernah terlibat dalam kompetisi tersebut.

Selain kompetisi, akademi di Swedia agak berbeda dengan Serbia yang cenderung menahan para pemainnya untuk tidak lekas-lekas pergi ke negara-negara maju Eropa sampai mencapai usia 20-an. Swedia justru mempersilakan anak didiknya berkembang di tim-tim Eropa lain, terutama Inggris.

Melamar ke akademi klub Inggris menjadi hal biasa dilakukan oleh pemain-pemain muda di Swedia. Mereka sudah tahu cara mengajukan proposal pengenalan diri. Misalnya: "Saya seorang pemain dengan kaki kanan dan selalu ingin menembak di luar kotak penalti memakai kaki kanan saya. Saya memiliki teknik yang baik dan ingin menantang lawan saya."
Nuhun for visit Pilar-pilar Lokal yang Mempersembahkan Piala Eropa U-21 untuk Swedia

Berita Bola Argentina Tanpa Kemenangan di 7 Final Terakhirnya

Berita Bola Argentina Tanpa Kemenangan di 7 Final Terakhirnya

sumber berita Argentina Tanpa Kemenangan di 7 Final Terakhirnya : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47dbec65/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C11490A50C29612480C730Cargentina0Etanpa0Ekemenangan0Edi0E70Efinal0Eterakhirnya/story01.htm
Jakarta - Kekalahan Argentina di final Copa America memperpanjang catatan buruk mereka di final turnamen besar. Tiap menembus babak final, dalam tujuh kesempatan, Agentina selalu kalah.

Tujuh kekalahan adalan catatan Argentina di tujuh final terakhir yang mereka mainkan di tiga turnamen besar berbeda. Kekalahan-kekalahan tersebut didapat di Copa America (3 kali), Piala Konfederasi (2 kali), dan Piala Dunia (2 kali). Demikian seperti dikutip dari Opta.

Yang terakhir tentu adalah final Copa America 2015. Menghadapi tuan rumah Chile di partai pucak, Argentina takluk 1-4 dalam adu penalti setelah bermain 0-0 hingga babak perpanjangan waktu. Dua eksekutor mereka, Gonzalo Higuain dan Ever Banega, gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna.

Di final Copa America 2007, Argentina takluk 0-3 dari Brasil. Tiga tahun sebelumnya, Argentina juga kalah dari Brasil, tapi lewat adu penalti dengan skor 2-4 setelah bermain imbang 22.

Tahun 2014 lalu, Argentina juga tembus final Piala Dunia. Tapi, Albiceleste lagi-lagi gagal juara setelah dikalakan Jerman 0-1 lewat babak perpanjangan waktu. Dicatat oleh Opta, Argentina menjadi tim pertama yang menelan kekalahan di final Piala Dunia dan Copa America secara beruntun.

Dua puluh empat tahun sebelumnya, di Piala Dunia 1990, Argentina berpeluang untuk mempertahankan gelar juara dunia dengan tampil di babak final. Namun Argentina menyerah 0-1 dari Jerman Barat.

Di ajang Piala Konfederasi 2005, Argentina yang berpartisipasi sebagai runner-up Copa America 2004 mampu menembus babak final. Tapi Pablo Aimar dkk. pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-4 dari Brasil yang saat itu berstatus sebagai juara dunia.

Kekalahan juga didapat Argentina di final Piala Konfederasi 1995. Argentina yang merupakan juara Copa America 1993 takluk 0-2 di tangan Denmark, sang juara Piala Eropa 1992.

Dengan kekalahan di final Copa America 2015, Argentina berarti sudah 22 tahun puasa gelar. Trofi Copa America 1993 menjadi titel terakhir yang mereka menangi.

Nuhun for visit Argentina Tanpa Kemenangan di 7 Final Terakhirnya

Berita Bola Djohar Menjawab Tudingan La Nyalla

Berita Bola Djohar Menjawab Tudingan La Nyalla

sumber berita Djohar Menjawab Tudingan La Nyalla : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47db90c7/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C10A45530C29611550C760Cdjohar0Emenjawab0Etudingan0Ela0Enyalla/story01.htm
Jakarta - Ketua Umum PSSI 2011-2015 Djohar Arifin membantah apa yang ditudingkan oleh La Nyalla Mattaliti soal gajinya dan kerugian yang dialami PSSI. Dia pun menjelaskan semua duduk persoalan yang telah disampaikan mantan wakilnya itu.

Dalam acara sebuah diskusi 'Suporter Bertanya? PSSI Menjawab' yang dilakukan oleh sekelompok suporter FDSSI dan YNM (You Need Me), pada Minggu (5/7) kemarin, La Nyalla mengatakan bahwa Djohar menerima gaji sebesar Rp 50 juta per bulan. Tak hanya itu, pria asal 64 itu juga dituding telah menerima dana APBN dari pemerintah.

PSSI juga disebutnya saat ini tengah dalam kondisi keropos, karena mengalami kerugian yang sangat besar. La Nyalla mengklaim keuangan PSSI minus Rp 17 miliar, ditambah utang kegiatan dengan MNC Group sebesar Rp 21 miliar.‎

Menanggapi tudingan tersebut, Djohar menjelaskan satu per satu, bahwa uang sebesar Rp 50 juta yang diterima setiap bulan adalah sebuah intensif yang sudah ditetapkan sejak awal kepemimpinanya.

"Ngurus PSSI tak bisa sambilan, harus full time. Anda bisa lihat saya terus ada di PSSI untuk menangani semuanya, semua kegiatan saya tinggalkan. Presiden FIFA Sepp Bleter juga digaji, kita berusaha profesional. Bantuan itu ada sejak awal priode saya ditetapkan pengurus. Namanya insentif ditetapkan tahun 2011, termasuk penetapan itu insentif untuk Sekjen, Waketum, Bendahara dll," beber Djohar melalui pesannya, Senin (6/7).

Dia juga membantah bahwa PSSI dinilai mengalami kerugian. Sebab, menurutnya pada saat KLB di Surabaya 18 April lalu di depan anggotanya PSSI memberitahukan laporan keuangannya yakni dalam kondisi surplus sebesar Rp 4,6 miliar.

"Pada kongres dilaporkan, PSSI surplus Rp 4,6 miliar. Ini bisa dilihat dari laporan keuangan yang disampaikan ke peserta kongres."

Djohar menambahkan soal hak siar yang didapatkan PSSI yang salah satunya dari timnas U-19, dia mengaku tidak tahu sama sekali lantaran semua kontrak dengan stasiun televisi itu tidak ditangani olehnya, melainkan oleh La Nyalla sendiri.

"Semua kontrak ditangani Nyalla, saya kadang tidak diberi tahu. Sudahlah, soal keuangan lebih baik tanya kebagian keuangan. Sayang pahala puasa saya," kata dia.

"Semoga pahala-pahala dia di-forward Allah ke saya dan semoga semua dosa saya di forward Allah ke dia, Amin," pungkas Djohar.

Djohar beberapa waktu memenuhi undangan dari Menpora Imam Nahrawi untuk duduk bersama membahas kondisi sepakbola Indonesia saat ini. Namun sikap Djohar tersebut malah dinilai melanggar kode etis karena telah berani menemui Menpora tanpa komunikasi lebih dulu dengan PSSI dibawah La Nyalla.

Atas tindakannya itu, Djohar dipanggil oleh Komite Etik PSSI untuk dipersidangkan. Akan tetapi, pada sidang pertama dia memilih tak hadir. Djohar pun diancam akan dikucilkan dari dunia sepakbola tanah air.

Djohar sendiri tak luput dari kontroversi sewaktu memimpin PSSI. Ia terpilih pada Kongres Luar Biasa di Solo pada 9 Juli 2011. Kala itu ia disebut-sebut mendapat dukungan dari kelompok pengusaha Arifin Panigoro.

Setahun memimpin PSSI, Djohar terus "digoyang" oleh rival-rivalnya, sampai-sampai pada Maret 2012 terbentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dipimpin oleh La Nyalla.

"Dualisme" organisasi itu memunculkan konflik berkepanjangan, termasuk dua kompetisi: Indonesia Premier League (IPL) yang diakui PSSI, dan Indonesia Super League (ISL) yang berafiliasi ke KPSI. Konflik itu berakhir dengan "kekalahan di kubu IPL". Pada Maret 2013, dalam KLB di Hotel Borobudur, Jakarta, enam anggota Komite Eksekutif dijatuhi skorsing, termasuk wakil ketua umum PSSI, Farid Rahman. Posisi Farid kemudian diisi oleh La Nyalla -- sedangkan Djohar dipertahankan, yang membuatnya dituduh "membelot" oleh para mantan pendukungnya.


Nuhun for visit Djohar Menjawab Tudingan La Nyalla

Berita Bola Liverpool Segera Punya Asisten Manajer Baru

Berita Bola Liverpool Segera Punya Asisten Manajer Baru

sumber berita Liverpool Segera Punya Asisten Manajer Baru : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47db52ec/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A938580C29610A640C720Cliverpool0Esegera0Epunya0Easisten0Emanajer0Ebaru/story01.htm
Liverpool - Liverpool akan segera mengumumkan siapa yang akan menjadi asisten untuk manajer Brendan Rodgers. The Reds kabarnya akan menunjuk mantan pelatih timnas Inggris U-19, Sean O'Driscoll.

Rodgers tak punya asisten setelah Liverpool memecat Colin Pascoe pada bulan lalu. Selain memecat Pascoe, pihak klub juga mendepak pelatih tim utama, Mike Marsh. Hal ini menjadi bagian dari kebijakan grup pemilik Liverpool, FSG, yang ingin mereformasi struktur kepelatihan tim.

Mantan bek Liverpool, Sami Hyypia, dan mantan asisten Rafa Benitez, Pako Ayesteran, sempat dihubung-hubungkan dengan posisi asisten manajer yang kosong itu. Akan tetapi, Liverpool akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada O'Driscoll.

Selain menunjuk O'Driscoll sebagai asisten manajer yang baru, Liverpool juga mempromosikan Pepijn Lijnders. Lijnders, yang sebelumnya menjadi pelatih akademi, akan masuk ke tim utama dan menjadi salah satu staf Rodgers. Namun, dia bukanlah pengganti Marsh. Demikian dikutip dari Sky Sports.

Sebelum menjadi pelatih timnas Inggris U-19, O'Driscoll pernah menangani Bournemouth, Doncaster Rovers, Crawley Town, Nottingham Forest, dan Bristol City.

Nuhun for visit Liverpool Segera Punya Asisten Manajer Baru

Berita Bola Hantam Jepang 5-2, AS Juara Piala Dunia Wanita

Berita Bola Hantam Jepang 5-2, AS Juara Piala Dunia Wanita

sumber berita Hantam Jepang 5-2, AS Juara Piala Dunia Wanita : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47db4d1e/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A84610A0C2960A9990C730Chantam0Ejepang0E50E20Eas0Ejuara0Epiala0Edunia0Ewanita/story01.htm
Vancouver - Amerika Serikat tampil sebagai juara Piala Dunia Wanita 2015. AS berhak mengangkat trofi untuk ketiga kalinya setelah menghantam juara bertahan Jepang dengan skor 5-2 pada pertandingan final.

Carli Lloyd tampil sebagai pahlawan AS pada laga di BC Place, Vancouver, Kanada, Senin (6/7/2015) pagi WIB. Lloyd mencetak hat-trick hanya dalam 16 menit pertama.

Lloyd mencetak gol pertamanya saat laga belum genap berusia tiga menit. Dia menyambar bola hasil sepak pojok Megan Rapinoe untuk menaklukkan kiper Jepang, Ayumi Kaihori.

Cuma berselang dua menit, Lloyd kembali menjebol gawang Jepang. Diawali sebuah situasi set-piece, dia mencocor bola dari jarak dekat untuk membawa AS memimpin 2-0.

Memasuki menit ke-14, AS menambah keunggulannya menjadi 3-0. Kegagalan Azusa Iwashimizu membuang bola dengan sempurna berhasil dimaksimalkan oleh Lauren Holiday. Tembakan voli Holiday membuat gawang Jepang kembali terkoyak.

Lloyd melengkapi hat-trick-nya melalui sebuah gol spektakuler pada menit ke-16. Menguasai bola di wilayahnya sendiri, dia melihat Kaihori terlalu jauh meninggalkan gawang. Pemain bernomor punggung 10 itu kemudian melepaskan tembakan dari garis tengah, yang tak bisa diantisipasi Kaihori dan mengubah skor menjadi 4-0.

Jepang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 pada menit ke-27. Tendangan Yuki Ogimi tak bisa dibendung kiper AS, Hope Solo.

Saat laga memasuki menit ke-52, Jepang mengubah skor menjadi 2-4 setelah Julie Johnston membuat gol bunuh diri. Johnston bermaksud menghalau tendangan bebas Aya Miyami, tapi sundulannya malah masuk gawang sendiri.

Tapi, dua menit kemudian, AS berhasil mencetak gol kelimanya. Tobin Heath memaksimalkan umpan dari Morgan Brian untuk memantapkan kemenangan timnya.

Bagi AS, ini adalah gelar ketiga mereka di ajang Piala Dunia Wanita setelah dua gelar sebelumnya pada tahun 1991 dan 1999. Mereka pun menjadi tim tersukses di ajang ini, mengungguli Jerman yang baru mengoleksi dua gelar.

Kemenangan tahun ini juga menjadi revans bagi AS setelah empat tahun lalu mereka dikalahkan Jepang dalam adu penalti di final.

Kesuksesan AS makin lengkap karena Lloyd dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Lloyd juga menjadi top skorer bersama Celia Sasic (Jerman) dengan enam gol.

Susunan Pemain
Amerika Serikat: Solo, Krieger, Johnston, Sauerbrunn, Klingenberg, Holiday, Brian, Heath (Wambach 79'), Rapinoe (O'Hara 61'), Morgan (Rampone 86'), Lloyd

Jepang: Kaihori, Ariyoshi, Iwashimizu (Sawa 33'), Kumagai, Sameshima, Sakaguchi, Utsugi, Kawasumi (Sugasawa 39'), Miyama, Ohno (Iwabuchi 60'), Ogimi
Nuhun for visit Hantam Jepang 5-2, AS Juara Piala Dunia Wanita

Berita Bola Messi Tolak Penghargaan Pemain Terbaik Copa America 2015

Berita Bola Messi Tolak Penghargaan Pemain Terbaik Copa America 2015

sumber berita Messi Tolak Penghargaan Pemain Terbaik Copa America 2015 : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47db06bf/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A74520A0C2960A9480C730Cmessi0Etolak0Epenghargaan0Epemain0Eterbaik0Ecopa0Eamerica0E20A15/story01.htm
Jakarta - Lionel Messi dikabarkan kembali menolak menerima penghargaan atas statusnya sebagai pemain terbaik Copa America 2015. Messi disebutkan terlalu kecewa atas kegagalan Argentina jadi juara.

Indikasi penolakan Messi sebagai pemain terbaik turnamen muncul setelah seremoni penyerahan penghargaan tersebut tiba-tiba saja ditiadakan. Padahal dari tahun ke tahun gelaran Copa America selalu menghadirkan penghargaan pemain terbaik, yang pengumumannya dibarengi dengan top skorer serta penyerahan medali setelah laga final.

Bukan itu saja, piala yang sudah disediakan di atas podium bersamaan dengan trofi juara juga tertangkap kamera diturunkan diam-diam oleh pihak penyelengara.

Dikutip dari Marca, meski berada di pihak yang kalah diyakini Lionel Messi adalah peraih penghargaan pemain terbaik turnamen. Namun dia menolak menerimanya karena kecewa terhadap kegagalan meraih gelar juara.

Sepanjang turnamen Copa America 2015, Messi meraih empat penghargaan man of the match, dari total enam laga yang dia lakoni. Dari empat status man of the match itu, satu yang dia dapat di pertandingan pertama tidak diambilnya. Ketika itu Messi juga disebut sangat kecewa karena Albiceleste cuma berimbang 2-2 dengan Paraguay, setelah lebih dulu memimpin 2-0.

Soal penghargaan pemain terbaik turnamen, tahun lalu Messi juga memenanginya di Piala Dunia. Ketika itu keputusan FIFA memberikan penghargaan tersebut pada Messi menuai kritik karena dia dianggap tidak tampil oke di partai puncak, apalagi Argentina juga kalah oleh Jerman.

Empat tahun lalu di Argentina, gelar pemain terbaik turnamen diraih Luis Suarez setelah mengantar Uruguay menjadi juara. Sementara di 2007 Robinho merebut status tersebut sekaligus topskorer usai mengantar Brasil jadi kampiun.





Nuhun for visit Messi Tolak Penghargaan Pemain Terbaik Copa America 2015

Berita Bola Terkait Salah, Fiorentina-Inter Saling Serang

Berita Bola Terkait Salah, Fiorentina-Inter Saling Serang

sumber berita Terkait Salah, Fiorentina-Inter Saling Serang : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/07/06/052332/2960918/71/terkait-salah-fiorentina-inter-saling-serang
Milan - Spekulasi masa depan Mohamed Salah kian bergulir liar. Isu tersebut sampai membuat Fiorentina dan Inter Milan saling serang lewat pernyataan mereka di publik.

Salah, yang seharusnya bertahan semusim lagi sebagai pemain pinjaman di Fiorentina, tidak mengambil opsi itu dan memilih klub Serie A lain sebagai tujuannya musim depan. Ini kemudian disebut menyalahi perjanjian La Viola dengan Chelsea saat membeli Juan Cuadrado Januari lalu.

Salah satu klub Serie A yang disebut meminati Salah adalah Inter Milan, yang di bursa transfer kali ini sudah mendatangkan tiga pemain yakni Geoffrey Kondogbia, Jeison Murillo, dan Joao Miranda. Nerazzurri sudah menghabiskan dana sekitar 40 juta euro lebih untuk ketiganya.

Hal ini kemudian membuat salah satu petinggi Fiorentina, Paolo Panerai, geram dan menganggap Inter terlalu boros dalam belanja pemain. Apalagi klub kota mode itu beberapa waktu lalu sudah dinyatakan melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA.

Panerai, dalam akun twitter-nya tersebut, bahkan sampai mempertanyakan sumber dana Inter di bursa transfer kali ini. Ini tentunya menyinggung sang presiden, Erick Thohir.

Pernyataan Panerai ini lantas membuat kubu Inter "panas" dan lewat pernyataan di situs resminya, 18 kali juara Serie A itu menganggap Panerai tidak seharusnya mencampuri urusan internal klub mereka.

"FC Internazionale mengumumkan bahwa mereka sangat terkejut dengan komentar wakil presiden Fiorentina di akun twitter-nya."

"Tentu tidak bisa diterima ketika klub lain berbicara soal klub kami, meragukan soal soliditas serta transparansi keuangan klub."

"Tidak bisa diterima juga ketika dia merendahkan klub kami, karena itu berakibat fans kami terpancing karena komentar yang tidak berdasar tersebut."

"FC Internazionale sangat kecewa dengan permintaannya untuk mengambil tindakan tegas kepada klub ini, mengingat klub-klub lain baru saja menandatangani kesepakatan dengan UEFA untuk menghormati aturan FFP."

"Mengingat Fiorentina dengan jelas sudah membawa Inter dalam masalah yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya, hanya untuk menutup-nutupi masalah antara Fiorentina dan pemainnya, Mohamed Salah. FC Internazionale akan mengambil langkah hukum untuk melindungi integritas serta image klub ini."

Tak lama setelah Inter mengeluarkan pernyataan tersebut, Fiorentina balas memberikan komentar lewat situs resmi mereka. 'Si Ungu' menyebut bahwa komentar Panerai bersifat pribadi dan tidak mewakili institusi klub.

"Terkait komentar Direktur Panerai, AFC Fiorentina menjelaskan bahwa itu adalah komentar pribadinya dan tidak berkaitan dengan klub," demikian Fiorentina seperti dikutip Football Italia.

Nuhun for visit Terkait Salah, Fiorentina-Inter Saling Serang

Berita Bola Agen Bantah Van Persie Sudah Dapat Klub Baru

Berita Bola Agen Bantah Van Persie Sudah Dapat Klub Baru

sumber berita Agen Bantah Van Persie Sudah Dapat Klub Baru : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47db0b98/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A60A2340C2960A9220C720Cagen0Ebantah0Evan0Epersie0Esudah0Edapat0Eklub0Ebaru/story01.htm
Jakarta - Penyerang Manchester United Robin van Persie disebut-sebut sudah mendapatkan klub baru untuk musim depan. Namun sang agen menyangkal itu, menyebut Van Persie masih akan melapor ke MU untuk latihan.

Van Persie sedang kencang diberitakan bakal meninggalkan MU di musim panas ini. Cedera, usia yang akan memasuki 32 tahun pada Agustus mendatang, dan kontrak yang tinggal semusim jadi sebab-sebab masa depannya dispekulasikan.

Sempat dikaitkan dengan duo Italia yakni AS Roma dan Lazio, penyerang tim nasional Belanda itu belakangan disebut tengah dekat dengan klub Turki, Fenerbahce. Bahkan kabarnya eks penggawa Arsenal itu sudah meraih kesepakatan dengan Fenerbahce.

Namun hal itu ditepis oleh sang agen, Kees Vos. Kees yakin bahwa kliennya masih akan bertahan.

"Jika Robin telah mendapatkan klub baru, kami bakal sudah mengumumkannya. Dan saya ada di Belanda saat ini," kata Kees dikutip London Evening Standard kata Kees.

"Yang bisa saya katakan adalah bahwa besok Robin bakal melapor ke Manchester United untuk melakoni sesi latihan pertama," tambahnya.

Musim lalu tampil 27 kali di Premier League. Dari jumlah itu dia mencetak 10 gol dan dua assist.


Nuhun for visit Agen Bantah Van Persie Sudah Dapat Klub Baru

Berita Bola Mourinho Diyakini Bisa Bikin Falcao Tajam Kembali

Berita Bola Mourinho Diyakini Bisa Bikin Falcao Tajam Kembali

sumber berita Mourinho Diyakini Bisa Bikin Falcao Tajam Kembali : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47da9bcd/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A454420C2960A9150C720Cmourinho0Ediyakini0Ebisa0Ebikin0Efalcao0Etajam0Ekembali/story01.htm
London - Manajer Chelsea, Jose Mourinho, sempat berujar bahwa dirinya siap mengembalikan ketajaman Radamel Falcao. Dan pada prosesnya, Mourinho diyakini bakal mewujudkan omongannya tersebut.

Saat Chelsea sedang dikait-kaitkan dengan Falcao beberapa waktu lalu, Mourinho pun turut mendapat pertanyaan terkait apakah dia benar-benar tertarik mendatangkan Falcao musim panas ini.

Mourinho, yang memang tengah membutuhkan striker baru sepeninggal Didier Drogba, tak secara terang-terangan meminati Falcao. Pria asal Portugal itu hanya bilang dirinya siap membantu striker 29 tahun itu menemukan ketajamannya lagi.

Pada akhirnya, Falcao resmi jadi pemain Chelsea dengan status pinjaman dari AS Monaco selama semusim. Keputusan The Blues ini tak sedikit yang mempertanyakan mengingat performa Falcao bersama Manchester United musim lalu begitu mengecewakan, 4 gol dari 26 penampilan di seluruh ajang.

Meski demikian Mourinho diyakini bakal bisa membuat Falcao kembali tampil produktif, seperti saat di Atletico Madrid dan FC Porto.

"Jika ada seseorang yang bisa mengembalikan pemain ke level terbaik mereka, Jose lah orangnya," ujar eks bek Chelsea, Frank Sinclair, seperti dikutip talkSPORT.

"Faktor penting kepindahannya adalah dia mengenal pemain seperti Diego Costa," sambungnya.

"Saat dia di Manchester United, dia baru saja pulih dari cedera parah dan absen semusim sebelum pindah ke Manchester."

"Dia tidak sepenuhnya fit dan tidak mendapatkan banyak kesempatan main, karena dia butuh itu untuk bisa fit sepenuhnya," tuntas Sinclair yang memperkuat Chelsea sedari 1990 hingga 1998.


Nuhun for visit Mourinho Diyakini Bisa Bikin Falcao Tajam Kembali

Berita Bola Casillas dan Ramos Dirumorkan Pergi, Ronaldo Kandidat Kapten El Real?

Berita Bola Casillas dan Ramos Dirumorkan Pergi, Ronaldo Kandidat Kapten El Real?

sumber berita Casillas dan Ramos Dirumorkan Pergi, Ronaldo Kandidat Kapten El Real? : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47da7569/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A32650A0C2960A910A0C750Ccasillas0Edan0Eramos0Edirumorkan0Epergi0Eronaldo0Ekandidat0Ekapten0Eel0Ereal/story01.htm
Madrid - Iker Casillas dan Sergio Ramos sampai detik ini masih jadi penggawa Real Madrid. Namun kencangnya rumor yang menyebut mereka akan pergi memunculkan perdebatan lain soal siapa yang akan jadi kapten El Real.

Banyak rumor yang menyebut Casillas akan angkat kaki dari Santiago Bernabeu di musim panas ini. Rumor itu berawal dari kabar yang menyatakan kalau manajemen Madrid tengah serius mengincar David de Gea. Kedatangan De Gea akan membuat Casillas terdepak dari tempat yang dia sudah miliki lebih dari satu dekade.

Terkait Ramos, dia juga tengah sangat kencang diberitakan akan pergi. Adalah Manchester United yang begitu tertarik mendapatkan tanda tangannya, di mana si pemain kabarnya juga sudah menyatakan keinginannya untuk segera berganti seragam merah.

Meski masa depan Casillas dan Ramos di Madrid saat ini masih sebatas rumor, namun efek yang ditimbulkannya sudah cukup besar. Salah satunya adalah soal pemilik ban kapten di musim depan.

Casillas dan Ramos saat ini adalah kapten pertama dan kapten kedua Madrid. Jika keduanya tidak berada di atas lapangan, mengisi kekosongan sebagai kapten adalah Marcelo, dan kemudian Pepe.

Marcelo adalah pemain dengan masa pengabdian terlama di Madrid, setelah Casillas dan Ramos, hal mana membuat dia dijadikan kapten ketiga. Sembilan tahun berseragam Los Merengues, wing back asal Brasil itu sudah tampil dalam 320 pertandingan.

Kalau kemudian nama Ronaldo muncul sebagai kandidat kapten, itu karena dia sudah berkontribusi sangat banyak. Dalam enam musim di Madrid, Ronaldo sudah tampil di 300 pertandingan dan membuat 313 gol.Next

Nuhun for visit Casillas dan Ramos Dirumorkan Pergi, Ronaldo Kandidat Kapten El Real?

Berita Bola 'Pogba Senilai dengan Bale'

Berita Bola 'Pogba Senilai dengan Bale'

sumber berita 'Pogba Senilai dengan Bale' : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47da71ae/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A30A30A0A0C2960A90A60C710Cpogba0Esenilai0Edengan0Ebale/story01.htm
Paris - Gelandang Juventus Paul Pogba jadi satu nama yang paling diburu tim-tim top di bursa transfer musim panas ini. Nilainya jualnya diyakini sangat tinggi, bahkan dipercaya setara dengan Gareth Bale kala dibeli Real Madrid.

Pogba diincar banyak tim besar di bursa transfer musim panas ini. Barcelona jadi salah satu yang secara terbuka sudah mengakui ketertarikannya. Sementara tim-tim lain seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain diyakini juga siap menggelontorkan dana untuk pemain 22 tahun itu.

Juve diyakini tak akan melepas Pogba sampai benar-benar mendapatkan penawaran yang tak bisa ditolak. Padahal Bianconeri sendiri mendapatkan eks Manchester United itu secara cuma-cuma.

Mantan pelatih tim nasional Prancis Raymond Domenech percaya jika Pogba berada di jajaran pemain terbaik dunia. Oleh karena itu, dia disebut layak mendapatkan banderol 100 juta euro atau tak kurang dari 85 juta poundsterling seperti Bale.

 "80 juta pounds, 50 juta pounds, 10 juta pounds. Tidak ada lagi bedanya pada akhirnya. Itu tak berarti apa-apa," kata Domenech dikutip Daily Mail.

 "Yang Anda lihat dengan Real Madrid membayar 100 juta euro untuk Gareth Bales, Anda bisa katakan untuk seorang pemain seperti Pogba, Anda bisa memberikan nilai yang sama. Tidak masalah."

 "Dalam pandangan saya, dia bisa bermain di Italia, Spanyol, Inggris. Dia akan jadi yang terbaik di seluruh tim," nilai pria 63 tahun itu.

Nuhun for visit 'Pogba Senilai dengan Bale'

Berita Bola 'Cuadrado Bakal Bertahan di Chelsea'

Berita Bola 'Cuadrado Bakal Bertahan di Chelsea'

sumber berita 'Cuadrado Bakal Bertahan di Chelsea' : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47da4a39/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A156450C2960A90A20C720Ccuadrado0Ebakal0Ebertahan0Edi0Echelsea/story01.htm
Jakarta - Muncul rumor yang menyebut Juan Cuadrado bakal meninggalkan Chelsea musim panas ini. Rumor yang mana dibantah oleh agen pemain Kolombia itu dan menegaskan kliennya tetap berseragam biru-biru musim depan.

Cuadrado meninggalkan Fiorentina dan bergabung dengan Chelsea pada bulan Januari silam dengan nilai transfer 23,3 juta poundsterling. Akan tetapi, dia lebih banyak menghangatkan bangku cadangan setelah pindah ke Stamford Bridge.

Cuadrado baru tampil 14 kali dalam seragam Chelsea dan cuma empat kali menjadi starter. Sementara itu, Mohamed Salah yang dibuang Chelsea dan menjadi bagian dari transfer Cuadrado malah tampil cemerlang di Fiorentina.

Situasi tersebut membuat masa depan Cuadrado di Chelsea dispekulasikan. Apalagi kabarnya beberapa klub Serie A berminat untuk membawanya kembali ke Italia.

Inter Milan dan Juventus disebut tertarik untuk mendatangkan pemain 27 tahun tersebut. Khusus untuk Juve, Beppe Marotta selaku CEO sudah menyatakan keinginannya untuk meminjam Cuadrado jika Chelsea mengizinkan.

Meski demikian, kabar tersebut dibantah keras oleh agen Cuadrado, Alessandro Lucci, yang menegaskan bahwa kliennya betah berada di London dan tak akan pergi dari Chelsea.

"Cuadrado adalah pemain Chelsea, dia didukung kuat Jose Mourinho yang sangat mempercayainya," ujar Lucci seperti dikutip Sportsmole.

"Juan baik-baik saja di London dan sangat ingin bertahan di Chelsea. Dia memang diminati klub lain tapi saya ulangi lagi, Juan adalah pemain Chelsea," sambungnya.


Nuhun for visit 'Cuadrado Bakal Bertahan di Chelsea'

Berita Bola Khawatir Ditangkap, Blatter Tak Akan Bepergian Dulu

Berita Bola Khawatir Ditangkap, Blatter Tak Akan Bepergian Dulu

sumber berita Khawatir Ditangkap, Blatter Tak Akan Bepergian Dulu : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d9da47/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C0A0A39290C2960A8940C730Ckhawatir0Editangkap0Eblatter0Etak0Eakan0Ebepergian0Edulu/story01.htm
Zurich - Setelah FBI melakukan penyelidikan terhadapn FIFA dan beberapa pejabat teras organisasi tersebut ditangkap, Sepp Blatter mengaku khawatir kalau dirinya juga akan diciduk. Untuk sementara dia membatasi bepergian.

FIFA dan Sepp Blatter kini tengah dalam pusat penyelidikan FBI terkait dugaan berbagai tindak pidana. Meski sudah menyangkal, orang Swiss yang sudah 17 tahun menduduki presiden FIFA itu diduga terlibat dalam kasus penyuapan, pencucian uang dan korupsi yang terjadi di dalam organisasinya.

Blatter sudah memutuskan tidak datang ke final Piala Dunia Wanita yang digelar di Kanada. Demi menghindari ditangkap FBI, pria 79 tahun itu akan sangat membatasi aktivitasnya di luar negeri. Terutama di negara-negara yang punya perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat.

"Bukan karena Amerika memiliki bukti-bukti yang jelas yang memberatkan saya, tapi karena itu akan memunculkan kegemparan publik. Sampai semuanya sudah jelas, saya tidak akan mengambil risiko melakukan perjalanan," sahut Blatter dalam wawancaranya dengan koran terbitan Jerman, Welt am Sonntag.

Sudah memastikan tidak akan menghadiri final Piala Dunia Wanita, Blatter tetap merencanakan untuk datang ke drawing Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia. Negara tersebut tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat.

Bulan lalu, kepolisian federal Amerika Serikat mengungkapkan kalau mereka tengah menyelidiki keterlibatan Blatter dalam beberapa tindak kriminal yang menuntun pada munculnya dakwaan terhadap 14 orang dalam FIFA. Otoritas kepolisian Amerika Serikat dan Swiss juga masih melakukan investigasi terhadap tuduhan korupsi dalam penentuan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

"Semua orang punya rasa takut, misalnya (takut pada) kematian, tapi terkait kerja saya di FIFA saya tidak punya rasa takut. Tidak ada yang perlu saya takuti. Keraguan terhadap diri sendiri adalah musuh terbesar seorang pemimpin. Saya yakin dengan apa yang saya lakukan," tegas Blatter di LATimes.






Nuhun for visit Khawatir Ditangkap, Blatter Tak Akan Bepergian Dulu

Berita Bola Usai Liburan, De Gea Langsung Balik ke Manchester

Berita Bola Usai Liburan, De Gea Langsung Balik ke Manchester

sumber berita Usai Liburan, De Gea Langsung Balik ke Manchester : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d9d0e3/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C2328390C2960A8810C720Cusai0Eliburan0Ede0Egea0Elangsung0Ebalik0Eke0Emanchester/story01.htm
Madrid - Spekulasi soal masa depan David De Gea tampaknya masih akan terus bergulir. Kiper Manchester United itu langsung balik ke Manchester usai menuntaskan liburannya di kota Madrid.

"Apakah saya akan bergabung dengan Real Madrid? Saya akan kembali ke Manchester untuk menjalani pramusim. Saya tenang-tenang saja kok," ujar De Gea seperti dikutip Football Espana.

De Gea melontarkan jawaban itu ketika ditanya oleh media lokal Spanyol, Cuatro, saat menjalani hari-hari terakhir liburannya di Madrid terkait perkembangan rumor transferny ke Madrid. Liburan yang kian membuat masa depan kiper 24 tahun itu dispekulasikan.

Eks kiper Atletico Madrid itu sendiri sudah berada di Madrid sejak hari Kamis lalu bersama kekasihnya, Edurne Garcia Almagro. Dia sempat melayani permintaan foto bareng dari penggemar saat tiba di bandara, sebelum akhirnya berlalu.

"Saya datang ke sini untuk beristirahat. Saya sedang berlibur. Semuanya baik-baik saja," jawabnya ketika ditanya soal tujuannya ke Madrid.

De Gea sudah lama dikabarkan merapat ke Madrid. Namun, sampai saat ini, belum ada kesepakatan terjalin antara Madrid dan klub De Gea saat ini, Manchester United.

Madrid dikabarkan sempat memberikan penawaran untuk De Gea sebesar 13 juta poundsterling. Namun, United menolaknya.

Baru-baru, beberapa media Inggris mengabarkan bahwa United bisa saja tidak menjual De Gea dan membiarkan sang kiper menghabiskan sisa setahun kontraknya di Old Trafford.

Awal pekan ini De Gea direncanakan sudah akan berada di pusat latihan The Red Devils di Carrington, untuk memulai persiapan tur pramusim di Amerika Serikat. Lawan pertama MU adalah Barcelona.
Nuhun for visit Usai Liburan, De Gea Langsung Balik ke Manchester

Berita Bola 'Untuk Juara di Arsenal, Cech Harus Lupakan Cintanya untuk Chelsea'

Berita Bola 'Untuk Juara di Arsenal, Cech Harus Lupakan Cintanya untuk Chelsea'

sumber berita 'Untuk Juara di Arsenal, Cech Harus Lupakan Cintanya untuk Chelsea' : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/07/05/222603/2960847/72/untuk-juara-di-arsenal-cech-harus-lupakan-cintanya-untuk-chelsea Nuhun for visit 'Untuk Juara di Arsenal, Cech Harus Lupakan Cintanya untuk Chelsea'

Berita Bola Domenech: MU Tak Cukup Besar buat Lloris

Berita Bola Domenech: MU Tak Cukup Besar buat Lloris

sumber berita Domenech: MU Tak Cukup Besar buat Lloris : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d981fa/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C2120A110C2960A840A0C720Cdomenech0Emu0Etak0Ecukup0Ebesar0Ebuat0Elloris/story01.htm
Paris - Manchester United santer dikabarkan mengincar kiper Tottenham Hotspur Hugo Lloris. Seandainya MU mengajukan tawaran, Lloris disarankan untuk menolaknya. Setidaknya itu pendapat Raymond Domenech.

Kiper Prancis itu diincar Louis van Gal sebagai pengganti David de Gea apabila kiper MU tersebut benar-benar pindah ke Real Madrid di musim panas ini.

Domenech merupakan eks pelatih Prancis yang memimpin negaranya di Piala Dunia 2006. Domenech kemudian memberi kesempatan bagi Lloris untuk melakoni debutnya dalam seragam Les Bleus dua tahun kemudian.

Di musim lalu, 'Setan Merah' hanya finis keempat yang artinya akan tampil di Liga Champions dari babak kualifikasi. Domench menilai Lloris lebih baik pindah ke klub-klub tiga besar Premier League.

"Saya tidak membuat keputusan untuk Lloris, tapi menurut pendapat saya dia harus bermain di Chelsea, Arsenal, atau Manchester City, untuk bermain di Piala Eropa," kata Domenech yang dilansir ESPNFC.

"Tottenham memang klub besar, tapi bukan yang terbesar. Manchester United lolos ke Liga Champions, tapi saya rasa mereka tidak ada bedanya dengan Tottenham."

"Bagi saya, Chelsea, Arsenal, atau Manchester City. Karena saya pikir Manchester United bukan lagi sebuah klub besar, di Inggris, menurut saya. Saya pikir seperti itu," sambung Domenech.

"Bagi saya, dia adalah seorang kiper hebat jadi dia butuh berada di klub terbaik di Inggris, Prancis, atau Italia, atau Jerman."




Nuhun for visit Domenech: MU Tak Cukup Besar buat Lloris

Berita Bola Niang Siap Unjuk Gigi di Milan

Berita Bola Niang Siap Unjuk Gigi di Milan

sumber berita Niang Siap Unjuk Gigi di Milan : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d8ef15/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1945110C2960A8240C710Cniang0Esiap0Eunjuk0Egigi0Edi0Emilan/story01.htm
Milan - M'Baye Niang yakin akan mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak di AC Milan pada musim depan. Penyerang asal Prancis itu siap membuktikan kemampuannya meski harus bersaing dengan dua striker baru.

Niang direkrut Milan dari Caen pada tahun 2012 silam. Akan tetapi, hingga saat ini, dia baru tampil 38 kali dalam seragam Rossoneri dan baru mencetak sebiji gol.

Milan telah dua kali meminjamkan Niang ke klub lain. Pertama ke Montpellier pada paruh kedua musim 2013/2014 dan yang kedua ke Genoa pada paruh kedua musim lalu.

Niang tampil cukup oke saat dipinjamkan ke Genoa. Tampil pada 14 pertandingan, dia mengemas 5 gol. Striker berusia 20 tahun itu pun mendapatkan hadiah berupa perpanjangan kontrak hingga 2019.

"Saya sangat senang karena telah memperbarui kontrak saya dengan Milan hingga 2019," seru Niang kepada Foot Mercato seperti dikutip Football Italia.

"Dengan perpanjangan kontrak itu, saya merasa klub dan pelatih punya kepercayaan kepada saya. Di bulan Desember lalu, saya pergi ke Genoa karena saya harus bermain agar bisa membuktikan bahwa saya bisa menjadi figur penting di Milan," imbuh Niang.

"Terima kasih kepada Genoa dan staf mereka, saya tampil bagus dalam enam bulan dan punya kesempatan untuk kembali ke Rossoneri," lanjutnya.

"Saya kembali ke Milan dengan mental yang berbeda. Ini bukan soal balas dendam kepada orang-orang yang meragukan saya, tapi menunjukkan apa yang bisa saya lakukan," kata Niang.

Akan tetapi, Niang harus menghadapi tantangan berat di Milan. Kedatangan Carlos Bacca dari Sevilla dan Luiz Adriano dari Shakhtar Donetsk membuat dia terancam jadi cadangan lagi.

"Di semua klub ada persaingan. Saya sudah bicara dengan pelatih dan klub, jadi saya tahu mereka akan mengandalkan saya. Sekarang saya harus memberi respons yang tepat," kata Niang.

Nuhun for visit Niang Siap Unjuk Gigi di Milan

Berita Bola Kegagalan Tata Martino Memanfaatkan Potensi Argentina

Berita Bola Kegagalan Tata Martino Memanfaatkan Potensi Argentina

sumber berita Kegagalan Tata Martino Memanfaatkan Potensi Argentina : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d8bf76/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1813240C2960A80A30C1480A0Ckegagalan0Etata0Emartino0Ememanfaatkan0Epotensi0Eargentina/story01.htm
Chile akhirnya membuat sejarah dengan menjuarai Copa America untuk pertama kalinya sepanjang 99 tahun turnamen tersebut digelar. Pada partai puncak ini, mereka sukses mengalahkan Argentina melalui adu penalti.

Tidak ada gol yang tercipta pada waktu normal dari kedua kesebelasan, begitu juga saat memasuki babak tambahan. Namun, laga sendiri bukannya minim peluang, terutama dari Chile. Berstatus tuan rumah, La Roja tampil dominan sepanjang pertandingan.

Tercatat Alexis Sanchez dan kawan-kawan mampu melepaskan tembakan hingga 18 kali meski hanya 4 di antaranya yang tepat ke arah gawang. Sedangkan Argentina melakukan kurang dari setengahnya, yakni hanya menembak 8 kali dengan 6 tendangan yang masih melebar.



Pressing Sejak Menit Pertama

Sejak kick-off, Argentina langsung berinisiatif melakukan tekanan hingga area sepertiga lapangan akhir. Sergio Aguero, Javier Pastore, Lionel Messi, dan Angel Di Maria difungsikan untuk mengejar bola dan menekan hingga pertahanan Chile. Ini dilakukan sekaligus untuk mengimbangi agresivitas dan kecepatan para pemain Chile.

Pressing para pemain Argentina tidak bisa dibilang berhasil. Pasalnya, Chile tidak menerapkan permainan umpan pendek dari kaki ke kaki sebagai upaya membuat peluang. Sejak dari lini pertahanan, bola kerap diarahkan langsung menuju sisi Eduardo Vargas maupun Alexis Sanchez yang bermain lebih melebar.

Di lini tengah, empat gelandang Chile, yaitu Charles Aranguiz, Marcelo Diaz, Arturo Vidal, dan Jorge Valdivia memiliki fungsi yang amat berbeda dengan tiga gelandang Argentina. Aranguiz dan Vidal bermain lebih melebar, Diaz bertugas sebagai pemutus serangan yang melapis lini pertahanan, sedangkan Valdivia berfungsi menyokong serangan Chile dari lini tengah.

Tekanan Argentina sia-sia karena Chile tak terganggu dengan itu. Yang terjadi adalah terlambat turunnya dua fullback Argentina, Pablo Zabaleta dan Marcos Rojo, yang bisa naik sejajar dengan tiga gelandang Argentina.

Fungsi dari menekan hingga jauh ke depan adalah untuk memaksa lawan melakukan kesalahan. Tetapi fungsi tersebut nyatanya baru tercatat membuahkan satu hasil saat memasuki menit 37. Saat itu pemain bertahan Chile terlihat panik yang mengakibatkan salah umpan dan menghasilkan sepak pojok bagi Argentina. Sebuah taktik berisiko yang tak terlalu banyak memberi keuntungan.

Sepanjang 15 menit pertama, Chile melepaskan 4 attempt sedangkan Argentina tidak sama sekali. Chile pun unggul secara penguasaan bola hingga 61%. Ini pula yang membuat pertahanan Argentina sepanjang 15 menit pertama begitu sibuk dengan melakukan 12 tekel, 2 intercept, 8 clearences, dan 4 kali blok.



Membandingkan Cara Bertahan Kedua Kesebelasan

Rojo dan Zabaleta terlihat bermain seperti kurang disiplin. Saat bertahan, pos mereka kerap dieksploitasi Vargas maupun Sanchez. Ini terlihat hingga 30 menit awal pertandingan di mana Chile begitu leluasa membangun serangan.

Duet Javier Mascherano dan Lucas Biglia pun tidak bisa dibilang solid. Keduanya terlambat menutup saat Chile melakukan serangan. Ini yang membuat Nicolas Otamendi dan Martin Demichelis berjibaku menahan gempuran serangan Chile.

Saat menyerang, Vargas dan Sanchez tidak bergerak ke tengah melainkan ke kedua sisi yang kerap ditinggalkan dua fullback Argentina. Di tengah, Valdivia berperan untuk memberikan umpan ke kedua sisi maupun menyelesaikan peluangnya sendiri.

Sebuah cara menyerang yang tergolong sederhana sebenarnya, namun mampu menghasilkan beberapa peluang yang berpotensi gol. Argentina beruntung karena dari total 18 attempt yang dilakukan Chile sepanjang 120 menit pertandingan tidak ada yang berbuah gol.

Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Chile saat dalam kondisi bertahan. Mereka tak terlalu memaksa bermain menggunakan garis pertahanan tinggi. Wajar saja mengingat lawan yang mereka hadapi memang tak mudah, trio penyerang yang mempunyai kecepatan dan kemampuan menggiring bola.

Lewat pertahanan rendah ini kemudian Chile berhasil meredam Aguero, Messi, dan Di Maria (sebelum digantikan Lavezzi). Barisan penyerang ini bahkan kesulitan untuk hanya sekadar melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Kesempatan yang dimiliki hanya ada pada saat serangan balik saja, tetapi taktik Tata Martino yang tidak memberi kebebasan kepada Messi membuat bintang Barcelona itu tak banyak melakukan aksi.

Peran Messi dan Faktor Hilangnya Di Maria

Serangan Argentina menjadi kurang menggigit saat Di Maria ditarik keluar karena cedera pada menit 29. Sepanjang pertandingan di Copa America, Di Maria seringkali bertukar posisi dengan berada di sayap kanan. Selain itu, Di Maria pun bukan cuma berperan sebagai pengirim umpan tapi juga pencetak gol seperti yang ia lakukan ke gawang Paraguay. Di Maria menjadi senjata Argentina yang mengorbankan Aguero dan Messi untuk menarik keluar bek lawan.

Saat Lavezzi masuk, terdapat perubahan gaya serangan Argentina. Sisi kiri yang awalnya dihuni Marcos Rojo-Di Maria menjadi tidak seaktif pada awal pertandingan. Rojo lebih fokus membantu pertahanan sedangkan Lavezzi menunggu di sisi lapangan.

Perbedaan gaya permainan ini sebenarnya sempat menguntungkan Argentina. Lavezzi dan Aguero biasanya tidak ikut membantu pertahanan saat Argentina diserang. Ini yang membuat Messi memiliki banyak opsi untuk memberikan umpan saat melakukan serangan balik.



Ini juga yang sempat menghasilkan peluang emas Argentina pada menit ke-90. Messi yang bergerak dari lini tengah, memberikan umpan terobosan pada Lavezzi di sisi kiri serangan Argentina. Lavezzi pun memberikan umpan datar ke sisi kanan. Sayangnya, Gonzalo Higuain tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol.

Tata Martino, pelatih Argentina, sepertinya ingin meniru peran Messi di Barcelona. Lebih banyak aktif di area kedua sebagai pengatur serangan ketimbang menjadi ujung tombak. Tetapi, sayangnya hal ini tak berjalan baik karena beberapa alasan.

Pertama, tentu karena keluarnya Di Maria pada babak pertama, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Kedua, kurang maksimalnya peran gelandang yang dimiliki oleh Argentina. Biglia dan Pastore tak mampu menjadi sosok seperti Ivan Rakitic atau Andres Iniesta yang tiba-tiba berada di kotak penalti lawan tanpa terkawal.


Grafis aksi Lionel Messi [whoscored]

Parahnya lagi, Messi sepanjang pertandingan masih harus menjadi pengatur serangan Argentina. Ia mau tak mau harus terus berada di area kedua dan dalam kondisi kotak penalti Chile yang penuh oleh pemain bertahan. Seajaib apapun momen yang dilakukannya, tentu saja Messi akan tetap kesulitan untuk mempersembahkan gol bagi La Albiceleste.

Penurunan Intensitas Pressing Chile

Permainan cepat Chile membuat Argentina sulit lepas dari tekanan. Hingga menit ke-45, Argentina baru melakukan 2 kali attempt, berbanding enam attempt yang dilakukan Chile. Dua attempt itu pun terjadi lewat situasi set-piece, karena Argentina memang sulit menembus pertahanan Chile.

Hal yang mulai terlihat adalah menurunnya tingkat pressing Chile hingga akhir babak pertama. Di Maria bahkan sempat beberapa kali berdiri tak terkawal, meskipun pergerakannya tidak menghasilkan peluang bagi Argentina.

Ini juga terjadi pada babak kedua, di mana Chile tidak seagresif pada 15 menit pertama. Argentina bahkan mampu membangun serangan sejak dari lini pertahanan yang dialirkan ke lini tengah, lalu ke lini depan. Kondisi ini amat berbeda dengan yang terjadi pada 15 menit pertama di mana Chile tidak membiarkan Argentina bebas menguasai bola.

Sejak menit ke-16 hingga menit ke-45, Argentina unggul penguasaan bola dengan 51 berbanding 49 persen. Pada babak kedua pun Chile tidak unggul terlalu jauh dalam penguasaan bola dengan 53% berbanding 47%.

Sepanjang babak kedua terdapat peningkatan agresivitas pertahanan Chile. Mereka melakukan 17 tekel, 12 intercept, 16 clearences, dan 8 kali blok.

Jumlah umpan Chile selama babak kedua pun menurun, begitu juga dengan Argentina. Chile melepaskan 202 umpan pada babak kedua dan 262 umpan pada babak pertama, sedangkan Argentina melepaskan 163 umpan berbanding 198 umpan pada babak pertama.

Namun, terdapat peningkatan pada arah umpan Argentina. Sepanjang babak kedua, mereka melepaskan 71 umpan ke area final third, sedangkan pada babak pertama hanya 57 umpan. Bagi Chile ini merupakan penurunan karena hanya melepaskan 81 umpan ke final third pada babak kedua, sedangkan pada babak pertama 92 umpan.

Jika melihat apa yang dilakukan oleh Chile pada babak pertama tadi, bisa jadi hal ini disebabkan oleh menurunnya stamina para pemain La Roja. Permainan dengan intensitas demikian, terlebih pada partai final, memang mempunyai tekanan tersendiri.



Kesimpulan

Taktik dari Tata Martino boleh dipertanyakan dalam pertandingan kali ini. Selain kalah, timnya juga terlihat inferior melawan tuan rumah Chile. Padahal, seperti yang kita tahu materi pemain yang dimiliki oleh Argentina ini bukanlah sembarangan. Rata-rata mereka menjadi penggawa kesebelasan-kesebelasan besar Eropa dan unggul jika dibandingkan milik Chile.

Mantan pelatih Barcelona itu juga lebih memilih memasukkan Lavezzi dan Higuain saat sedang membutuhkan gol ketimbang Carlos Tevez. Padahal terlihat jelas kala itu Argentina lebih membutuhkan penyerang yang punya pengalaman dan nama besar agar mampu menembus tembok kokoh Chile.

Mental pemain Chile sendiri terlihat tanpa takut sedikitpun saat memasuki adu penalti, kunci kemenangan La Roja. Fase yang terkadang lebih mengutamakan keunggulan mental ketimbang fisik. Terlihat saat semua eksekutor Chile berhasil memasukkan bola, diawali tendangan keras ke arah pojok Matias Fernandez dan ditutup sepakan ala panenka dari Alexis Sanchez.

Kondisi berbeda justru ada pada Argentina, sang penjaga gawang Sergio Romero gagal menghalau semua bola. Serta dari tiga eksekutor yang tampil hanya Messi yang mampu menendang dengan tepat, Higuain melebar jauh, sedangkan Ever Banega mampu ditepis oleh Claudio Bravo.

Nuhun for visit Kegagalan Tata Martino Memanfaatkan Potensi Argentina

Berita Bola Montoya Langsung Bidik Juara Serie A di Musim Depan

Berita Bola Montoya Langsung Bidik Juara Serie A di Musim Depan

sumber berita Montoya Langsung Bidik Juara Serie A di Musim Depan : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d85291/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1718330C2960A7840C710Cmontoya0Elangsung0Ebidik0Ejuara0Eserie0Ea0Edi0Emusim0Edepan/story01.htm
Milan - Martin Montoya mengusung target tinggi setelah meresmikan kepindahannya ke Inter Milan. Montoya ingin membawa Inter meraih Scudetto dan lolos ke Liga Champions di musim pertamanya.

Pemuda Spanyol berusia 24 tahun itu bergabung dengan Nerazzurri hingga musim 2015-16 dengan opsi dipermanenkan setelah masa peminjamannya berakhir pada Kamis (2/7/2015) waktu setempat.

Inter belum lagi menguasai Italia sejak yang terakhir menjadi juara pada 2009-10. Bahkan dalam empat musim terakhir, 'Si Biru-Hitam' bahkan kesulitan bersaing dalam perebutan titel juara dan di musim lalu mereka finis kedelapan, yang terburuk sejak 1999.

Selama lima musim di Barca -- meski kesulitan menembus tim utama -- Montoya telah meraih tujuh trofi juara. Montoya berniat 'menularkan' suksesnya kepada Inter.

"Senang sekali di sini, dan aku memiliki ambisi besar dan antusiasme untuk sukses di klub hebat ini," kata Montoya yang dikutip Marca. "Kami berharap menjadi juara liga dan berada di Liga Champions pada tahun depan."

"Inter menaruh kepercayaannya kepadaku sejak awal. Aku sangat bersemangat untuk bermain dan merasa seperti seorang pesepakbola lagi."

Bermain adalah hal yang terpenting bagiku, dan baik (pelatih Roberto) Mancini dan (assisten) Sylvinho telah meyakinkanku," sambung Montoya.

Nuhun for visit Montoya Langsung Bidik Juara Serie A di Musim Depan

Berita Bola Juve Buka Kemungkinan Pinjam Cuadrado

Berita Bola Juve Buka Kemungkinan Pinjam Cuadrado

sumber berita Juve Buka Kemungkinan Pinjam Cuadrado : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d7cec0/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1613480C2960A730A0C710Cjuve0Ebuka0Ekemungkinan0Epinjam0Ecuadrado/story01.htm
Turin - Juventus siap menampung Juan Cuadrado, yang tak bersinar sejak pindah ke Chelsea. Namun, Juve hanya akan melakukannya jika Chelsea mau meminjamkan winger asal Kolombia itu.

Cuadrado meninggalkan Fiorentina dan bergabung dengan Chelsea pada bulan Januari silam dengan nilai transfer 23,3 juta poundsterling. Akan tetapi, dia lebih banyak menghangatkan bangku cadangan setelah pindah ke Stamford Bridge.

Cuadrado baru tampil 14 kali dalam seragam Chelsea dan cuma empat kali menjadi starter. Sementara itu, Mohamed Salah yang dibuang Chelsea dan menjadi bagian dari transfer Cuadrado malah tampil cemerlang di Fiorentina.

Situasi tersebut membuat masa depan Cuadrado di Chelsea dispekulasikan. Apalagi kabarnya beberapa klub Serie A berminat untuk membawanya kembali ke Italia.

Salah satu klub yang siap memakai tenaga Cuadrado adalah Juve. Hal ini dikonfirmasi oleh CEO Juve, Giuseppe Marotta.

"Kami terbuka terhadap semua kemungkinan," ucap Marotta kepada Mediaset Premium.

"Jika Chelsea mau meminjamkannya, kami akan sangat senang dengan itu," kata Marotta.

Nuhun for visit Juve Buka Kemungkinan Pinjam Cuadrado

Berita Bola Keluarga Messi Diserang Fans Chile Saat Nonton Final Copa America

Berita Bola Keluarga Messi Diserang Fans Chile Saat Nonton Final Copa America

sumber berita Keluarga Messi Diserang Fans Chile Saat Nonton Final Copa America : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d80f94/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1554440C2960A7220C730Ckeluarga0Emessi0Ediserang0Efans0Echile0Esaat0Enonton0Efinal0Ecopa0Eamerica/story01.htm
Santiago - Kejadian tidak menyenangkan mesti dialami keluarga megabintang Argentina, Lionel Messi, saat menyaksikan final Copa America. Insiden itu membuat mereka terpaksa 'diungsikan' dari tempat duduk penonton.

Dilansir Daily Mail, di menit-menit akhir pertandingan yang digelar di Estadio Muncipal de Santiago, sejumlah pendukung Chile melontarkan kata-kata hinaan kepada keluarga Messi. Kakak Messi, Rodrigo, bahkan dilempar koin.

Walhasil, keluarga Messi yang terdiri atas orang tuan dan dua saudara laki-lakinya, diungsikan oleh sekelompok petugas keamanan dan akhirnya melanjutkan menonton pertandingan lewat televisi di sebuah kabin di dalam stadion.

Keluarga Messi dilaporkan bukan satu-satunya yang berseteru dengan para suporter tuan rumah. Kabarnya keluarga Sergio Aguero juga mendapat caci maki.

Pertandingan sendiri berakhir buruk bagi Messi. Messi gagal mengantar Albiceleste meraih trofi juara menyusul kekalahan dalam adu penalti 1-4 usai kedua tim bermain 0-0 sampai babak perpanjangan waktu.

Kekalahan ini membuat Argentina gagal mengakhiri puasa gelar Copa America, yang terakhir kali diperoleh pada 1993.




Nuhun for visit Keluarga Messi Diserang Fans Chile Saat Nonton Final Copa America

Berita Bola 'Suatu Saat Messi Akan Menangi Titel Juara dengan Argentina'

Berita Bola 'Suatu Saat Messi Akan Menangi Titel Juara dengan Argentina'

sumber berita 'Suatu Saat Messi Akan Menangi Titel Juara dengan Argentina' : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d7a5dc/sc/21/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1456540C2960A6960C730Csuatu0Esaat0Emessi0Eakan0Emenangi0Etitel0Ejuara0Edengan0Eargentina/story01.htm
Santiago - Sekali lagi kehebatan Lionel Messi belum terbukti saat berkostum Argentina. Namun, Ezequiel Lavezzi meyakini bahwa Messi ditakdirkan akan mempersembahkan titel juara bagi negaranya suatu hari nanti.

Messi gagal membawa Argentina menjuarai Copa America 2015 setelah dikalahkan Chile lewat adu penalti dengan skor 1-4 (0-0) di final, Minggu (5/7/2015) pagi WIB.

Hasil itu mengikuti kegagalan sebelumnya di mana Argentina kandas di final Piala Dunia 2014 dan Copa America 2007. Satu-satunya gelar yang dapatkan Messi hanyalah mengantar Albiceleste meraih medali emas Olimpiade 2008.

Padahal, soal kemampuan Messi tidak perlu diragukan lagi. Sepak terjangnya bersama Barcelona menjadi buktinya. Di level klub, pesepakbola 28 tahun ini sudah hampir menyentuh 500 gol dan mempersembahan puluhan trofi juara buat El Barca dan sukses dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia empat kali berturut-turut.

"Suatu saat, Leo akan memenangi sesuatu dengan Argentina," ucap Lavezzi sebagaimana dikutip dari situs resmi turnamen.

Melawan Chile, Argentina tampil kurang meyakinkan. Statistik Whoscored mencatat bahwa 'Si Putih-Biru Langit' memiliki 48 persen penguasaan bola, dengan hanya membuat delapan percobaan (dua on target).

Salah satu peluang paling berbahaya yang dimiliki Argentina terjadi di menit-menit akhir waktu normal. Lavezzi, yang masuk menggantikan Angel Di Maria, mengirim umpan silang ke muka gawang tapi Gonzalo Higuain gagal menjangkaunya sehingga bola hanya bersarang di sisi luar gawang Claudio Bravo.

Adu penalti tidak terhindarkan setelah dalam 30 menit tambahan waktu, gol dari kedua tim tak kunjung terlahir. Messi menjadi penendang pertama Argentina dan sukses menjebol gawang Chile. Peluang Argentina tertutup setelah penalti Higuain, Ever Banega gagal sebelum Alexis Sanchez memastikan tuan rumah meraih titel juara Copa America pertamanya.

"Kami berpikir bahwa ini adalah kesempatan untuk membuktikan diri kami, tapi sayang sekali kami tidak bisa. Sangat menyakitkan," sambung Lavezzi. "Sekali lagi kami pulang dengan rasa pahit. Rasanya menyakitkan karena kami sempat percaya bahwa ini adalah peluang untuk memenangi sesuatu."

"Aku pikir kami mesti berlanjut di jalur ini. Kami semua sangat bagus dalam konteks tim. Kami hanya kehilangan sebuah langkah kecil itu untuk mencapai sesuatu," imbuh pemain Paris St. Germain itu.
Nuhun for visit 'Suatu Saat Messi Akan Menangi Titel Juara dengan Argentina'

Berita Bola Ketika Argentina Tak Lagi Hoki di Tanah Chile

Berita Bola Ketika Argentina Tak Lagi Hoki di Tanah Chile

sumber berita Ketika Argentina Tak Lagi Hoki di Tanah Chile : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47d754b8/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A50C1326260C2960A670A0C730Cketika0Eargentina0Etak0Elagi0Ehoki0Edi0Etanah0Echile/story01.htm
Santiago - Argentina gagal menjadi juara setelah dikalahkan Chile di final yang berlangsung sampai adu penalti. Kegagalan ini menandai berhentinya tren juara Albiceleste saat Chile menjadi tuan rumah.

Bertanding di Estadio Municipal de Santiago, Minggu (5/7/2015), Chile keluar sebagai juara 2015 dengan kemenangan adu penalti 4-1 atas Argentina setelah kedua tim bermain 0-0 hingga babak perpanjangan waktu.

Ini adalah titel juara Copa America bagi Chile, yang sekaligus mengakhiri penantian juara selama 99 tahun. Sedangkan kekalahan itu membuat Argentina gagal menyamai trofi juara terbanyak yang masih dipegang Uruguay (15).

Adapun torehan negatif lain yang dicatatkan pasukan Gerardo Martino itu. 2015 adalah pertama kalinya Argentina gagal menjadi juara Copa America dalam lima edisi terakhir ketika Chile menjadi tuan rumah.

Sebanyak empat dari 14 gelar Copa America yang diraih Argentina terwujud di Chile yaitu pada 1941, 1945,1955, dan terakhir 1991.

"Kalah adalah penyiksaan. Itu amat menyedihkan," aku gelandang Argentina Javier Mascherano seusai pertandingan. Kami tampil bagus di Copa America. Kami menjalani final sebagai tim tamu dan kami siap."

"Tapi, kami sekali lagi tak punya keberuntungan untuk jadi juara. Saya benar-benar tak bisa memberikan penjelasan. Rasa sakit ini begitu mendalam dan semakin buruk," kata pemain Barcelona itu.


Nuhun for visit Ketika Argentina Tak Lagi Hoki di Tanah Chile