Minggu, 19 Juli 2015

Berita Bola Arsenal Kembali Bahas Kontrak Baru dengan Walcott

Berita Bola Arsenal Kembali Bahas Kontrak Baru dengan Walcott

sumber berita Arsenal Kembali Bahas Kontrak Baru dengan Walcott : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/4842e31b/sc/21/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C20A0C120A9270C29717730C720Carsenal0Ekembali0Ebahas0Ekontrak0Ebaru0Edengan0Ewalcott/story01.htm
London - Arsenal dan Theo Walcott masih belum mencapai kata sepakat soal kontrak baru. The Gunners pun masih berusaha keras untuk mempertahankan pemain depan berusia 26 tahun itu.

Kontrak Walcott di Arsenal akan berakhir pada akhir Juni 2016. Hingga kurang dari setahun, kontrak baru belum ditandatangani.

Arsene Wenger sudah berulang kali menegaskan ingin mempertahankan Walcott. Tapi, si pemain disebut-sebut ingin mendapatkan garansi waktu bermain sebelum menandatangani kontrak baru.

Negosiasi kontrak baru sudah dilakukan sejak musim lalu. Andai tak mencapai kesepakatan sampai bulan Desember mendatang, maka Walcott bisa bebas bernegosiasi dengan klub lain.

"Dia mempunyai waktu satu tahun lagi. Saya sudah berbicara dengan dia mengenai hal ini," ujar Wenger di ESPN.

"Dia pemain tajam dan mempersiapkan diri dengan bagus. Dia seperti setiap pemain --mereka tampak fit, mendekati kondisi benar-benar fit. Ini cukup mengejutkan bagaimana pemain kembali ke kondisi tubuh yang bagus, dan kebugaran yang bagus karena mereka bersiap dengan baik," imbuhnya.


Nuhun for visit Arsenal Kembali Bahas Kontrak Baru dengan Walcott

Berita Bola Finis Empat Besar Jadi Prioritas Liverpool Musim Depan

Berita Bola Finis Empat Besar Jadi Prioritas Liverpool Musim Depan

sumber berita Finis Empat Besar Jadi Prioritas Liverpool Musim Depan : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/484299e3/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C20A0C110A5260C2971750A0C720Cfinis0Eempat0Ebesar0Ejadi0Eprioritas0Eliverpool0Emusim0Edepan/story01.htm
Adelaide - Liverpool sudah mencanangkan target yang hendak dicapai di Liga Inggris 2015/2016. Manajer The Reds, Brendan Rodgers, ingin membawa tim besutannya kembali menggapai posisi empat besar.

Di klasemen akhir Liga Inggris 2014/2015, Liverpool cuma menempati posisi enam. Mereka harus puas berlaga di Liga Europa musim depan.

Pertahanan yang rapuh dan juga produktivitas gol yang buruk, membuat Liverpool sulit menang di musim lalu. Mereka cuma memasukkan 52 gol dalam 38 pertandingan, dan juga kemasukkan 48 gol.

Selain target finis empat besar, Rodgers juga mengungkapkan hasrat untuk mengakhiri empat musim puasa trofi. Gelar juara Piala Liga Inggris 2011/2012 merupakan piala terakhir yang berhasil digapai Liverpool.

"Dalam hal prioritas, musim ini untuk kembali ke posisi empat besar lagi, dan kami sangat berhasrat untuk mendapatkan trofi lagi tahun ini. Semua pemain akan berkontribusi untuk itu," tutur Rodgers di Sports Mole.

"Dengan begitu banyak kompetisi --dan keinginan untuk bermain bagus di semua kompetisi itu-- itu sangat-sangat penting. Orang-orang akan melihat para pemain yang sudah datang dan kualitas mereka, tapi juga sangat penting yang sudah berada di klub."

"Sekali kami bisa mendapatkan kombinasi bersama-sama, kami bisa berlaga di semua kompetisi dan memainkan tim yang sangat kuat."

"Tak ada pemain yang datang ke klub dan mendapatkan garansi untuk bermain di setiap laga. Kami bertujuan untuk melaju jauh di semua kompetisi dan semoga skuat yang sudah dibentuk bisa mengatasi itu semua," imbuhnya.


Nuhun for visit Finis Empat Besar Jadi Prioritas Liverpool Musim Depan

Berita Bola Mourinho: Terry dan Cahill yang Meyakinkanku untuk Rekrut Falcao

Berita Bola Mourinho: Terry dan Cahill yang Meyakinkanku untuk Rekrut Falcao

sumber berita Mourinho: Terry dan Cahill yang Meyakinkanku untuk Rekrut Falcao : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48424f29/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C20A0C10A25160C29717380C720Cmourinho0Eterry0Edan0Ecahill0Eyang0Emeyakinkanku0Euntuk0Erekrut0Efalcao/story01.htm
London - Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mengaku mendapatkan rekomendasi sebelum meminjam Radamel Falcao dari AS Monaco. The Special One menyebut nama John Terry dan Gary Cahill sebagai 'pembisik' itu.

Chelsea resmi meminjam Falcao pada awal bulan ini. Dia akan menjadi anggota skuat 'Si Biru' sampai akhir musim 2015/2016.

Meski Falcao tak bermain impresif untuk Manchester United musim lalu, Mourinho tak terpengaruh. El Tigre cuma membukukan empat gol dalam 29 laga bersama 'Setan Merah' di Liga Inggris.

Untuk meminjam Falcao, Chelsea disebutkan harus mengeluarkan biaya empat juta poundsterling. Falcao harus rela gajinya dipotong dari 265 ribu poundsterling perpekan, menjadi 180 ribu poundsterling perpekan.

Mourinho mengungkapkan bahwa Terry dan Cahill terpukau dengan Falcao saat Chelsea bertanding melawan MU di musim lalu. Oleh karena itu, mereka meminta Chelsea mendatangkan Falcao.

"Aku melihat laga kami melawan Manchester United berulang kali," kata Mourinho di Sports Mole.

"Aku banyak berbincang dengan John dan Cahill mengenai dia dan kami berpikir bahwa ada pergerakan bagus di sana, pergerakan untuk mendapatkan kebebasan di kotak penalti agar bisa mencetak gol."

"Pemain kami mendapatkan kesulitan untuk mengontrol dia dan kami berpikir ada potensi di sana. Mari kita lihat kalau dia bisa meningkatkan kepercayaan diri, juga kebahagiaannya," imbuhnya.
Nuhun for visit Mourinho: Terry dan Cahill yang Meyakinkanku untuk Rekrut Falcao

Berita Bola Sindikat Mafia dan Bobroknya Sepakbola Sisilia

Berita Bola Sindikat Mafia dan Bobroknya Sepakbola Sisilia

sumber berita Sindikat Mafia dan Bobroknya Sepakbola Sisilia : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48426b01/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C20A0C0A932480C29717230C14970Csindikat0Emafia0Edan0Ebobroknya0Esepakbola0Esisilia/story01.htm
Selatan Italia memang punya nama besar. Ia tak melulu tentang Napoli dan Maradona-nya. Dari Pulau Sardinia, hadir Luigi Riva yang membawa Cagliari Calcio menjuarai Liga Italia tahun 1970. Penyerang kidal yang biasa dipanggil Gigi ini juga berhasil mencetak gol terbanyak pada musim yang sama.

Pernah ada cerita lucu sekaligus bikin ngilu pernah dialaminya saat ia dan rekan-rekannya di Cagliari sedang menjalani sesi latihan. Barangkali dulu, sesi latihan klub tidak setertutup sekarang. Seorang bocah menyaksikannya latihan, ia duduk di belakang gawang. Tanpa sengaja, Gigi yang memang terkenal dengan akurasi tendangan kerasnya itu menendang bola ke arah gawang. Bola masuk ke gawang, namun si anak yang duduk tepat di balik jaring gawang juga kena getahnya, ia mengalami patah tulang lengan.

Tapi memang Maradona-lah yang pernah memantik cerita tentang selatan Italia vs utara Italia. Diego memang orang asing, pendatang dari Argentina. Namun orang asing ini pada akhirnya menjadi pahlawan sekaligus "tuhan" buat orang-orang Napoli. Di era Maradona itulah Napoli berhasil merebut dua gelar scudetto, satu piala UEFA, Copa Italia dan Supercoppa Italiana.

Keberhasilan Napoli merebut deretan gelar tak hanya berbicara soal siapa yang menjadi peringkat satu atau dua. Kemenangan kali ini bisa menjadi semacam bukti kalau sesekali, orang-orang selatan yang dipinggirkan, yang dicap sebagai biang kerok dan beban negara itu, bisa juga menang melawan orang-orang utara yang kaya.

Istilah keberhasilan perlawanan rakyat selatan sering dibawa-bawa jika membahas adidayanya Napoli di era Maradona. Namun yang menjadi pertanyaan, sebenarnya siapa dan apa yang dilawan oleh orang-orang Italia Selatan ini?

Cerita tentang kesenjangan antara wilayah selatan dan utara Italia bukan barang baru. Wilayah utara Italia adalah wajah Italia yang melambangkan kemakmuran, modernisasi dan kemajuan di sana-sini. Sementara bagian selatan ibarat tempat isolasi kaum miskin. Di selatan Italia, kisah yang diperdengarkan turun-temurun adalah kisah tentang kekumuhan.



Robert Putnam, seorang profesor ilmu politik dari Universitas Harvard, memandang keberadaan modal sosial berkorelasi secara positif dengan penguatan berbagai institusi demokrasi. Bahkan melebihi itu semua, modal sosial juga berbanding lurus dengan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

Tesis Putnam ini didukung oleh studi komparatifnya di Italia Utara dan Italia Selatan. Putnam menemukan bahwa di Italia Utara yang relatif maju tingkat industrialisasinya memiliki kekayaan modal sosial yang lebih melimpah dibanding Italia Selatan.

Italia Utara juga dikenal dengan komune. Semacam kelompok masyarakat yang dibentuk secara sukarela, agaknya mirip dengan asosiasi. Konon, komune inilah yang berperan besar dalam merawat dan mengembangkan tradisi kewargaan dalam masyarakat Italia Utara.
Nuhun for visit Sindikat Mafia dan Bobroknya Sepakbola Sisilia

Berita Bola Kali Ketiga dalam 5 Edisi, Spanyol Juara Piala Eropa U-19

Berita Bola Kali Ketiga dalam 5 Edisi, Spanyol Juara Piala Eropa U-19

sumber berita Kali Ketiga dalam 5 Edisi, Spanyol Juara Piala Eropa U-19 : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48413c45/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C20A0C0A420A190C29716720C730Ckali0Eketiga0Edalam0E50Eedisi0Espanyol0Ejuara0Epiala0Eeropa0Eu0E19/story01.htm
Katerini - Spanyol tampil sebagai juara Piala Eropa U-19 tahun 2015 yang dihelat di Yunani. Ini adalah kali ketiga dalam lima edisi terakhir pasukan "Negeri Matador" memenangi turnamen junior tersebut.

Pada laga final yang digelar di Municipal Stadium of Katerini, Minggu (20/7/2015) malam WIB, Spanyol mengalahkan Rusia dengan skor 2-0. Gol-gol tersebut dicetak Borja Mayoral di menit 39 dan Matias Nahuel di menit 78.

Spanyol sekaligus membalas kekalahan mereka dari Rusia di fase grup. Kala itu Rusia unggul 3-1 -- dan menjadi juara Grup B.

Selain merengkuh titel juara, Spanyol juga menyabet penghargaan individual, yakni gelar top skorer alias pencetak gol terbanyak, atas nama Mayoral, yang bermain di Real Madrid B, dengan jumlah tiga gol.

Awalnya turnamen yang digelar setiap tahun ini bertajuk FIFA Junior Tournament (1948-1954), lalu berubah menjadi UEFA Junior Tournament (1957-1980). Sejak tahun 1981 resmi menjadi UEFA European Youth Championship atau UEFA U-19 Championship.

Ditotal, Spanyol sudah 10 kali juara, terbanyak dibanding negara-negara lain, termasuk Inggris yang berada di peringkat kedua dengan 9 kali juara -- tapi terakhir kali memenanginya di edisi 1993.

Khusus di era UEFA Euro U-19, Spanyol mengoleksi 7 gelar dari 14 edisi, termasuk tiga kali dalam 5 perhelatan terakhir.

Ringkasan Piala Eropa U-19 2015:

Grup A
Prancis 3 3 0 0 6-1 9
Yunani 3 1 1 1 2-2 4
Austria 3 0 2 1 2-3 2
Ukraina 3 0 1 2 3-7 1

Grup B
Rusia 3 1 1 1 5-4 4
Spanyol 3 1 1 1 5-4 4
Belanda 3 1 1 1 2-2 4
Jerman 3 1 1 1 3-5 4

Semifinal
Rusia 4-0 Yunani
Prancis 0-2 Spanyol

Final
Spanyol 2-0 Rusia


Nuhun for visit Kali Ketiga dalam 5 Edisi, Spanyol Juara Piala Eropa U-19

Berita Bola Nasib Para Supersub

Berita Bola Nasib Para Supersub

sumber berita Nasib Para Supersub : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/484144d6/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C20A0C0A250A410C29716640C14970Cnasib0Epara0Esupersub/story01.htm
Bagi pesepakbola, jaminan untuk bermain reguler dari minggu ke minggu adalah mutlak. Dengan bermain reguler, setiap pemain dapat mengejar pencapaian-pencapaian lain seperti menjadi kapten kesebelasan, pencetak gol terbanyak atau pemain terbaik sejagad hingga – tentu saja—bayaran yang lebih mahal.

Namun untuk mendapatkan jaminan itu, seorang pemain kadang harus menunggu dan menjawab kepercayaan dari pelatih ketika momentum itu akhirnya benar-benar datang.

Dalam satu waktu, pelatih akan memberikan kesempatan seorang pemain untuk masuk ke lapangan dari bangku cadangan. Apakah itu waktu yang tepat atau tidak, pemain yang menjawab kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya. Jika permainan seorang pemain cadangan memberi dampak positif, jaminan main dari minggu ke minggu pasti akan semakin besar. Namun jika respons pemain ternyata tidak memuaskan, ia jelas harus menunggu kesempatan berikutnya.

Beberapa pemain punya nasib yang berbeda. Kendati berhasil menjawab kepercayaan pelatih, dengan mencetak gol dalam status sebagai pemain cadangan, toh nasib baik tak kunjung datang. Ia tak dengan sendirinya menjadi pemain inti yang rutin bermain sejak menit pertama. Berkali-kali ia menjadi penyelamat dengan masuk dari bangku cadangan, berkali-kali pula ia gagal menjadi pemain yang turun sejak menit pertama. Pemain seperti itu sering disebut sebagai supersub.

Musim 2014/2015 juga mencatat kiprah beberapa pemain yang justru sering menjadi penyelamat dalam statusnya sebagai pemain cadangan. Nama mereka beberapa di antaranya tidak terlalu mentereng --katakanlah tidak sementereng Ole Gunnar Solksjaer di era kejayaan Manchester United pada akhir dekade 1990an dan awal dekade 2000an.

Michy Batshuayi (Marseille), Frank Lampard (Chelsea), dan Kevin Gameiro (Sevilla) adalah beberapa supersub di musim lalu. Siapa lagi yang layak mendapat label tersebut, simal infografis berikut ini:




====


* Oleh @iiirf dari @panditfootball


Nuhun for visit Nasib Para Supersub

Berita Bola Menerka Masa Depan Goetze di Bayern

Berita Bola Menerka Masa Depan Goetze di Bayern

sumber berita Menerka Masa Depan Goetze di Bayern : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/07/19/234818/2971653/74/menerka-masa-depan-goetze-di-bayern
Munich - Mario Goetze tidak menjadi bintang menonjol di Bayern Munich sejak bergabung ke klub tersebut dua musim lalu. Saat ini masa depannya di Allianz Arena sedang dispekulasikan.

Belakangan ini muncul rumor bahwa gelandang internasional Jerman itu diincar Juventus. Konon Bianconeri siap memberinya kontrak senilai 6 juta euro per tahun.

Agen Goetze yang bernama Volker Struth, minggu lalu mengkritik manajemen Bayern yang dianggap kurang mendukung situasi kliennya di musim lalu. Goetze pun "mengamini" Struth dengan mengindikasikan dia tengah mempertimbangkan tawaran dari "Si Nyonya Tua".

Media Officer Bayern, Markus Horwick, sudah menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima proposal apapun untuk pemain 23 tahun itu. Dan hari Sabtu (19/7/2015) kemarin pelatih Pep Guardiola menegaskan hal tersebut saat menggelar jumpa pers.

"Mario masih terikat kontrak di sini. Dia pemain saya dan dia pun pemain yang hebat. Dalam benakku, dia akan menjadi pemain Bayern Musim sepanjang musim," ucap Guardiola.

Hanya saja ada kalimat lanjutan dari pria Spanyol itu, yang memunculkan interpretasi lain. Sebab Pep pun mengatakan, "Dia pemain top. Tapi saya tahu, yang memutuskan bukan cuma pelatih. Bergantung pada klub juga."

Hal menarik lain, dilansir situs ESPNFC, Goetze awalnya dijadwalkan ikut bersama Guardiola dalam sesi jumpa pers tersebut. Namun, entah apa alasannya, rencana itu tak terlaksana. Goetze tak jadi muncul.

Isu Goetze tidak benar-benar akan diproteksi Bayern adalah terkait gosip bahwa Die Roten ingin merekrut Arturo Vidal. Bisa saja kedua pemain tersebut akan ditukar guling.

Goetze, pahlawan Jerman lewat golnya di babak tambahan di final Piala Dunia 2014, yang membuat Jerman tampil sebagai juara, di musim lalu menjadi starter 28 kali di pertandingan Bundesliga, dan 4 kali turun sebagai pemain pengganti. Dari situ ia mencetak 9 gol dan membuat dua assist. Di musim sebelumnya ia tampil dalam 27 partai di liga, 20 di antaranya sejak menit pertama, serta menghasilkan 10 gol dan 8 assist.


Nuhun for visit Menerka Masa Depan Goetze di Bayern

Berita Bola Menerka Masa Depan Goetze di Bayern

Berita Bola Menerka Masa Depan Goetze di Bayern

sumber berita Menerka Masa Depan Goetze di Bayern : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/484079fc/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C2348180C29716530C740Cmenerka0Emasa0Edepan0Egoetze0Edi0Ebayern/story01.htm
Munich - Mario Goetze tidak menjadi bintang menonjol di Bayern Munich sejak bergabung ke klub tersebut dua musim lalu. Saat ini masa depannya di Allianz Arena sedang dispekulasikan.

Belakangan ini muncul rumor bahwa gelandang internasional Jerman itu diincar Juventus. Konon Bianconeri siap memberinya kontrak senilai 6 juta euro per tahun.

Agen Goetze yang bernama Volker Struth, minggu lalu mengkritik manajemen Bayern yang dianggap kurang mendukung situasi kliennya di musim lalu. Goetze pun "mengamini" Struth dengan mengindikasikan dia tengah mempertimbangkan tawaran dari "Si Nyonya Tua".

Media Officer Bayern, Markus Horwick, sudah menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima proposal apapun untuk pemain 23 tahun itu. Dan hari Sabtu (19/7/2015) kemarin pelatih Pep Guardiola menegaskan hal tersebut saat menggelar jumpa pers.

"Mario masih terikat kontrak di sini. Dia pemain saya dan dia pun pemain yang hebat. Dalam benakku, dia akan menjadi pemain Bayern Musim sepanjang musim," ucap Guardiola.

Hanya saja ada kalimat lanjutan dari pria Spanyol itu, yang memunculkan interpretasi lain. Sebab Pep pun mengatakan, "Dia pemain top. Tapi saya tahu, yang memutuskan bukan cuma pelatih. Bergantung pada klub juga."

Hal menarik lain, dilansir situs ESPNFC, Goetze awalnya dijadwalkan ikut bersama Guardiola dalam sesi jumpa pers tersebut. Namun, entah apa alasannya, rencana itu tak terlaksana. Goetze tak jadi muncul.

Isu Goetze tidak benar-benar akan diproteksi Bayern adalah terkait gosip bahwa Die Roten ingin merekrut Arturo Vidal. Bisa saja kedua pemain tersebut akan ditukar guling.

Goetze, pahlawan Jerman lewat golnya di babak tambahan di final Piala Dunia 2014, yang membuat Jerman tampil sebagai juara, di musim lalu menjadi starter 28 kali di pertandingan Bundesliga, dan 4 kali turun sebagai pemain pengganti. Dari situ ia mencetak 9 gol dan membuat dua assist. Di musim sebelumnya ia tampil dalam 27 partai di liga, 20 di antaranya sejak menit pertama, serta menghasilkan 10 gol dan 8 assist.


Nuhun for visit Menerka Masa Depan Goetze di Bayern

Berita Bola Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri

Berita Bola Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri

sumber berita Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483f6f10/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C20A49270C2971640A0C14970Csayonara0Euntuk0Ereputasi0Eclaudio0Eranieri/story01.htm
Nama Claudio Ranieri tak bisa dipungkiri cukup familiar dengan telinga kita. Bagaimana tidak, dalam karier kepelatihannya yang hampir mencapai 30 tahun, sejumlah tim kesebelasan besar telah ia tukangi.

Tapi dengan pengalaman melatih yang banyak itu, Ranieri harus menerima kenyataan bahwa semenjak diberhentikan oleh timnas Yunani pada pertengahan November 2014, pelatih kelahiran 20 Oktober 1951 ini belum lagi melatih. Ini artinya, sudah hampir delapan bulan Ranieri menganggur.

Menjelang musim 2015/2016 namanya kembali muncul ke permukaan. Kali ini ia santer diberitakan akan kembali ke Inggris untuk menangani kesebelasan yang musim lalu finis diurutan ke-14 Premier League, Leicester City. Ranieri pun siap membuka pembicaraan dengan klub yang bermarkas di Stadion King Power tersebut.

“Yunani telah menjadi masa lalu saya, dan saya menantikan sebuah proyek besar berikutnya yang akan datang,” papar Ranieri pada Sunday Post. “Hingga saat ini, belum ada pembicaraan dengan Leicester. Tapi jika nantinya mereka menghubungi saya, saya siap mendengar apapun yang akan mereka sampaikan.”

Seperti yang sudah dikatakan Ranieri sendiri, Leicester sebenarnya belum ada kontak dengan pelatih kelahiran Roma itu. Namun beberapa sumber, seperti Sky Bet misalnya, menjagokan Ranieri akan menjadi pelatih Leicester berikutnya, menyisihkan nama-nama seperti Martin O'Neill, Lucas Neill, atau Roberto Di Matteo.

Namun apa yang ditulis kolumnis Metro, Chris Forryan, cukup menggelitik. Menurutnya, penunjukan Ranieri, meski memiliki segudang pengalaman, akan membuat Leicester menjadi lebih buruk, khususnya dengan kebiasaan Ranieri yang sering melakukan rotasi pemain --hal mana membuatnya ia dijuluki "Tinkerman".

Saya sependapat dengan apa yang dituliskan Chris. Namun saya lebih melihat penurunan insting Ranieri terkait mendatangkan pemain atau memaksimalkan talenta pemainnya, yang membuat prestasinya beberapa tahun belakangan ini meredup.

Ranieri Sang Pembangun Tim

Hingga saat ini, tercatat 14 tim telah ditukangi Ranieri, termasuk Fiorentina, Napoli, AS Roma, Juventus, Parma, Inter Milan Chelsea, Atletico Madrid, dan Valencia.

Secara raihan trofi, Ranieri bisa dibilang tak begitu sukses. Prestasi terbaiknya adalah meraih trofi-trofi turnamen macam Coppa Italia, Super Coppa, Copa del Rey, UEFA Intertoto, dan UEFA Super Cup. Ya, meski sejumlah tim besar pernah dilatihnya, ia belum pernah sekalipun menjadi juara liga.
Nuhun for visit Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri

Berita Bola Agen: Cavani Bahagia di PSG

Berita Bola Agen: Cavani Bahagia di PSG

sumber berita Agen: Cavani Bahagia di PSG : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483f64cb/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C192410A0C29716270C730Cagen0Ecavani0Ebahagia0Edi0Epsg/story01.htm
Paris - Acapkali dirumorkan akan hengkang, Edinson Cavani mengikrarkan kesetiaan kepada Paris Saint-Germain. Agen pemain asal Uruguay itu, Walter Guglielmone, menyebutkan Cavani bahagia di PSG.

Cavani dikabarkan menjadi buruan utama Manchester United di bursa transfer musim panas tahun ini. The Red Devils memang sedang mencari striker tengah menyusul kepergian Robin van Persie.

Cavani yang tak bermain di posisi favoritnya sebagai penyerang tengah bersama PSG musim lalu, memang sempat bilang ingin hengkang. Meski demikian, dia tetap tampil produktif dengan mencetak 18 gol dalam 34 laga bersama klub ibukota Prancis itu.

Tapi, Guglielmone lantas mengungkapkan fakta berbeda di bursa transfer musim panas tahun ini. Cavani mendapatkan jaminan menjadi penyerang tengah, hingga mengurungkan niat untuk pergi.

"Musim panas ini, Edi sudah menerima ketertarikan dari tim besar yang mencari penyerang tengah. Tapi, dia tak mendengarkan mereka karena akhir musim lalu memberikan garansi padanya dalam hal posisinya," kata Guglielmone di Sports Mole.

"Kami berpikir bahwa Ibrahimovic akan bermain jauh, dan lebih jauh lagi dari garis depan untuk lebih banyak menyentuh bola dan itu akan meninggalkan posisi striker untuk Edinson, yang sudah terjadi beberapa kali di akhir musim lalu. Di kondisi ini, Edi bisa pindah, tapi hanya bahagia di PSG," imbuhnya.


Nuhun for visit Agen: Cavani Bahagia di PSG

Berita Bola Depay: Rooney Membimbingku pada Laga Debut di MU

Berita Bola Depay: Rooney Membimbingku pada Laga Debut di MU

sumber berita Depay: Rooney Membimbingku pada Laga Debut di MU : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483f7181/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C1832270C29716190C720Cdepay0Erooney0Emembimbingku0Epada0Elaga0Edebut0Edi0Emu/story01.htm
Seattle - Memphis Depay sudah melakoni laga pertama bersama Manchester United. Dia mengaku mendapatkan banyak bimbingan dari Wayne Rooney disaat melakoni debut bersama The Red Devils.

Depay diberi kepercayaan menjadi starter saat MU berhadapan dengan klub asal Meksiko, America. Dalam laga ujicoba yang menjadi bagian ajang International Champions Cup 2015 itu, MU menang 1-0 berkat gol Morgan Schneiderlin.

Dalam pertandingan di CenturyLink Field, Seattle, Sabtu (18/7/2015), Depay bermain selama 45 menit. Soccernet mencatat dia cuma melakukan sekali sepakan ke gawang dan itu tak tepat sasaran.

Selama satu babak bermain, Depay menempati posisi di belakang striker, yang ditempati oleh Rooney. Bagi Rooney, posisi itu tidaklah asing. Dia kerap memainkan peran itu di musim lalu.

"Wayne banyak melatihku sepanjang pertandingan dan memberitahuku mengenai posisi yang harus aku ambil saat bertahan," kata Depay di situs resmi MU.

"Kami harus tampil sebagai duo dan aku merasa cocok dengan dia. Sungguh merupakan suatu kebanggaan bisa bermain dengan pemain legenda seperti Wazza," imbuhnya.


Nuhun for visit Depay: Rooney Membimbingku pada Laga Debut di MU

Berita Bola Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik

Berita Bola Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik

sumber berita Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483ef4cc/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C1735120C297160A70C14970Cmengenal0Esepakbola0Edi0Ekawasan0Epasifik/story01.htm
Pacific Games 2015 baru saja berakhir kemarin. Ajang olahraga untuk negara-negara pasifik ini digelar tiap empat tahun sekali. Seperti SEA Games, Pacific Games adalah ajang negara-negara Pasifik beradu gengsi mengumpulkan medali emas, perak dan perunggu. Terdapat 24 negara yang berpartisipasi dalam Pacific Games 2015 dengan 28 cabang olahraga yang dimainkan dari 3 Juli 2015 hingga 18 Juli 2015.



Pacific Games 2015 yang digelar di Port Moresby, Papua Nugini, menjadi gelaran yang ke-15 kalinya. Bagi Port Moresby, ini menjadi momen yang ketiga bagi mereka menjadi tuan rumah. Edisi berikutnya dari Pacific Games akan berlangsung di Nuku’alofa, Tonga.

Salah satu cabang yang dipertandingan adalah sepakbola. Dari 24 negara yang berpartisipasi dalam Pacific Games 2015, hanya delapan negara saja yang berpartisipasi di cabang sepakbola yaitu, Fiji, Micronesia, Kaledonia Baru, Selandia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tahiti dan Vanuatu.

Perlu diketahui Kaledonia Baru adalah negara yang paling banyak meraih emas sepakbola di Pacific Games dengan menjadi juara sebanyak enam kali.

Medali emas sepakbola di Pacific Games 2015 akhirnya dimenangkan oleh Fiji yang mengalahkan Vanuatu melalui adu penalti. Pertandingan di waktu normal berakhir dengan skor 0-0 dan Fiji akhirnya meraih emas setelah unggul 4-3 di babak adu penalti.

Belakangan ini Pacific Games 2015 menjadi perhatian dunia semenjak berita kekalahan Micronesia oleh Vanuatu dengan 46 gol tanpa balas. Tidak ada typo dan kesalahan dalam penulisan skor karena memang gawang Micronesia benar-benar dijebol 46 kali.

Jean Kaltalack, salah seorang pemain Vanuatu, berhasil mencetak 15 gol dalam pertandingan tersebut. Bahkan dalam dua laga sebelumnya, Micronesia juga dibantai 30 gol oleh Tahiti dan 38 gol oleh Fiji. Dalam tiga laga itu, Micronesia tak pernah mencetak satu gol pun.

Sebenarnya Micronesia bukan yang pertama yang mengalami pembantaian mengerikan macam itu di pentas Pacific Games. Sebelumnya Tahiti juga pernah membantai Kepulauan Cook dengan 30 gol tanpa balas pada 1971. Sementara Selandia Baru pernah membantai American Samoa dengan skor akhir 11-0 pada 2004.

Ketimpangan yang mengerikan itu menggambarkan betapa tidak berimbangnya peta kekuatan antara negara. Tidak berimbangnya peta kekuatan sepakbola di Pasifik disebabkan oleh pertumbuhan sepakbola yang memang sangat pelan dan terlambat. Untuk diketahui, Micronesia sendiri hingga kini belum terdaftar sebagai anggota FIFA.
Nuhun for visit Mengenal Sepakbola di Kawasan Pasifik

Berita Bola Liverpool dan Villa Dikabarkan Sepakati Transfer Benteke

Berita Bola Liverpool dan Villa Dikabarkan Sepakati Transfer Benteke

sumber berita Liverpool dan Villa Dikabarkan Sepakati Transfer Benteke : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483f0389/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C170A80A90C297160A0A0C720Cliverpool0Edan0Evilla0Edikabarkan0Esepakati0Etransfer0Ebenteke/story01.htm
Liverpool - Liverpool dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Aston Villa untuk transfer Christian Benteke. Bahkan, dokter tim The Reds disebut bertolak dari tur di Australia guna menyelesaikan tes medis.

Striker tengah yang tajam memang menjadi prioritas buruan Liverpool di bursa transfer musim panas ini. Pada musim lalu, Mario Balotelli, Rickie Lambert, dan Daniel Sturrigde, tak ada yang mencetak dua digit gol.

Ditambah Liverpool sudah kehilangan Raheem Sterling dan Steven Gerrard, maka mereka butuh penyerang yang tajam. Gerrard merupakan top skorer Liverpool musim lalu dengan catatan sembilan gol di Liga Inggris. Sedangkan Sterling ada di posisi dua dengan koleksi tujuh gol.

Sports Mole melaporkan bahwa Liverpool dan Villa sudah sepakat bahwa nilai transfer Benteke sebesar 32,5 juta poundsterling. Sementara itu, BBC menyebutkan bahwa tim medis Liverpool sudah kembali ke markas klub untuk menyelesaikan tes medis.

Bayaran itu boleh dibilang cukup pantas untuk menebus striker dengan catatan 49 gol dalam 101 penampilan bersama Villa sejak tahun 2012.

Nuhun for visit Liverpool dan Villa Dikabarkan Sepakati Transfer Benteke

Berita Bola Chelsea Bakal Terus Kejar Bek Everton

Berita Bola Chelsea Bakal Terus Kejar Bek Everton

sumber berita Chelsea Bakal Terus Kejar Bek Everton : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483e8bd7/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C1443350C2971550A0C720Cchelsea0Ebakal0Eterus0Ekejar0Ebek0Eeverton/story01.htm
London - Chelsea saat ini sedang berusaha untuk merekrut bek Everton, John Stones. Meski tawaran The Blues dikabarkan sudah ditolak, Jose Mourinho masih belum mau menyerah.

Stones dibidik Chelsea untuk menjadi suksesor John Terry di lini belakang. Terry kini sudah berusia 34 tahun, hingga diprediksi kariernya sebagai pesepakbola tinggal tak lama lagi.

Oleh karena itu, Chelsea pun melakukan perburuan pemain belakang. Pilihannya jatuh pada Stones. Uang sebesar 20 juta poundsterling kabarnya sudah disodorkan ke pihak The Toffees. Tapi, proposal itu sudah ditolak.

Dengan bursa transfer musim panas masih berlangsung hingga 1 September mendatang, Mourinho mengaku akan terus menaikkan tawaran untuk Stone. Dia baru berhenti kalau Stone sudah diberi label tak dijual.

"Kami membuat tawaran, kami bisa melakukan itu --ini merupakan bursa transfer sampai 1 September. Di momen ini, mereka mengatakan bahwa kami tak menerima tawaran ini. --mereka tak berkata: 'Kami tak menerima tawaran, tawaran lainnya'," ungkap Mourinho di Sports Mole.

"Saat mereka mengatakan kami tak menerima tawaran ini, sampai 1 September kami bisa menambah tawaran, satu pounds lebih mahal, 10 pounds lagi, kami bisa meningkatkan tawaran."

"Jika suatu hari Roberto Martinez atau si chairman datang dan mengatakan bahwa dia tidak dijual, kami tidak bisa melakukan tawaran lain. Itu sudah selesai. Jadi, selama proses ini, jelas kami tidak menyangkal bahwa kami membuat penawaran untuk Stones. Itu berarti kami sedang mencoba untuk membeli," imbuhnya.


Nuhun for visit Chelsea Bakal Terus Kejar Bek Everton

Berita Bola Blanc Ungkap Ketertarikan PSG pada Di Maria

Berita Bola Blanc Ungkap Ketertarikan PSG pada Di Maria

sumber berita Blanc Ungkap Ketertarikan PSG pada Di Maria : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/483e2a05/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C190C13270A60C29715190C730Cblanc0Eungkap0Eketertarikan0Epsg0Epada0Edi0Emaria/story01.htm
Paris - Paris Saint-Germain mengungkapkan minat kepada gelandang Manchester United, Angel Di Maria. Tapi, pelatih Les Parisien, Laurent Blanc, menyebutkan bahwa akan sulit untuk menggaet Di Maria.

Di Maria sering dispekulasikan akan meninggalkan MU. Sempat tampil apik di awal-awal membela 'Setan Merah', dia yang sering diganggu cedera lalu gagal tampil optimal.

Di Maria tampil sebanyak 27 kali di Liga Inggris, 20 kali menjadi starter, dan tujuh kali menjadi pemain pengganti.

Kendati cuma menyumbangkan tiga gol, Di Maria kembali menunjukkan diri sebagai pemberi assist yang ulung. Dia bisa menyumbangkan 11 assist untuk MU.

Rumor bahwa Di Maria akan hengkang salah satunya dipicu oleh kasus perampokan rumahnya yang membuat pemain asal Argentina itu dikabarkan tak betah di Manchester. Selain itu, dia juga ditepikan Louis Van Gaal dalam dua laga terakhir MU.

Di Maria tak dimainkan di kala pertandingan melawan Arsenal. Serta cuma bermain 23 menit saat melakoni laga terakhir musim 2014/2015, di kandang Hull City.

Blanc pun tetap menyebutkan bahwa usaha untuk mendapatkan Di Maria akan sulit. Tapi, eks bek MU itu tetap menyebutkan bahwa PSG menaruh minat pada Di Maria.

"Kasus Di Maria sangat kompleks karenanya saya ingin mengulang sekali lagi bahwa dia merupakan pemain yang membela klub Inggris yang sangat-sangat besar, yang membelinya musim lalu," kata Blanc di Socerway.

"Jika pada akhirnya si pemain pergi, Anda bisa berharap bahwa itu merupakan klub besar lainnya yang juga menaruh minat padanya. PSG merupakan salah satu di antaranya."

"Itu akan menjadi negosiasi yang alot asalkan sang pemain mau hengkang. Kami mengikuti perkembangan ini dengan ketertarikan yang luar biasa," imbuhnya.
Nuhun for visit Blanc Ungkap Ketertarikan PSG pada Di Maria